Dosen Cirebon yang Bikin Hoaks 'Ultah PKI 22 Mei' Merengek Minta Maaf Secara Terbuka
Cari Berita

Advertisement

Dosen Cirebon yang Bikin Hoaks 'Ultah PKI 22 Mei' Merengek Minta Maaf Secara Terbuka

Duta Islam #03
Rabu, 15 Mei 2019

Iwan Adi Sucipto Minta Maaf setelah Bikin Hoaks Ultah PKI 22 Mei. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Dosen sekaligus pengasuh sebuah pesantren di Cirebon Iwan Adi Sucipto mengakui kesalahannya telah membuat hoaks 'Ultah PKI 22 Mei' dan mengadu domba TNI-Polri. Iwan minta maaf secara terbuka melalui rekaman video yang diedarkan melalui media sosial.

Baca juga: Dosen yang Jadi Pengasuh Pesantren di Cirebon Bikin Video Hoaks 22 Mei Ultah PKI

Dalam video permintaan maaf berdurasi 1 menit 13 detik tersebut Iwan mengenakan peci hitam dan baju koko berwarna putih. Ada tiga hal disoroti Iwan dalam permintaan maafnya. Pertama tentang perintah kapolri. Kemudian, tentang dirinya mengadu domba TNI-Polri. Iwan juga meluruskan jika TNI-Polri sejatinya mengayoni masyarakat.

"Kepada seluruh rakyat indonesia yang saya cintai. Ada pernyataan saya yang tidak tepat yang saya lakukan di medsos. Pernyataan pertama tentang kapolri dan saya mohon maaf kepada kaplri apabila ada kata-kata saya yang kurang tepat. Saya tidak memahami apa yang bapak sampaikan saat upacara pengamanan Pemilu," kata Iwan.

"Berkaitan dengan TNI dan polri, saya tidak ada niat mengadu domba dan mohon di maafkan atas kekeliruan dan kesalahan saya dan semoga kita tetap besatu," sambugnya.

Baca juga: Amin Rais Akhirnya Dilaporkan ke Polisi Atas Tuduhan Makar

Sebelumnya, Iwan membuat video yang berisi ujaran kebencian berupa adu domba TNI-Polri. Video Iwan viral di media sosial (medsos).

Awalnya ia berbicara menyikapi perintah Kapolri soal tembak di tempat. Iwan kemudian menilai Kapolri menyulut amarah masyarakat. Bahkan, dia menyerukan masyarakat untuk siap mati berjuang di jalan jihad.

Dia juga menyatakan TNI siap bertempur melawan kepolisian, karena tidak semua TNI mengikuti perintah panglima. Iwan juga mengaku hidup di lingkungan keluarga militer.

Iwan kemudian menyinggung sentimen PKI. Ia berbicara soal ulang tahun PKI yang jatuh pada 22 Mei. Hoaks Ulang Tahun PKI ini kemudian dikaitkan dengan rencana aksi 22 Mei mendatang. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini