Kata PBNU Soal 'Habib Rizieq Serobot Doa' di Makam Mbah Moen
Cari Berita

Advertisement

Kata PBNU Soal 'Habib Rizieq Serobot Doa' di Makam Mbah Moen

Duta Islam #03
Jumat, 09 Agustus 2019

Prosesi pemakaman Mbah Moen di Komplok Pemakaman Ma'la, Makkah, Arab Saudi. Foto: detik.com.
DutaiIslam.com - Habib Rizieq dianggap telah menyerobot pembacaan doa saat prosesi pemakaman KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) di Komplek Pemakaman Ma'la Makkah, Selasa (06/08/2019). Hal ini diungkapkan Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Agus Maftuh menilai tindakan Habib Rizieq tidak etis dan tak sesuai dengan budaya ewuh-pekewuh (sungkan) yang kental dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

Baca juga: Kalimat Duka Cita Habib Umar bin Hafidz untuk Mbah Moen

Dikutip dari Detik.com, Wasekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai H Masduki Baidlowi mengatakan pada dasarnya takziah terhadap seorang tokoh merupakan hal yang dianjurkan. Pada poin itu, Masduki menilai takziah dan mendoakan orang yang meninggal tak ada hubungan dengan tradisi NU.

"Sebenarnya kita coba kita lihat dari masalah dasar bahwa sebenarnya kalau ada orang meninggal kemudian melakukan takziah terhadap seorang tokoh itu adalah hal yang dianjurkan. Itu tak ada hubungan dengan tradisi NU atau Muhammadiyah. Hukum dasarnya kita dianjurkan melakukan takziah. Ssama dengan anjuran Rasulullah agar kita datang ke RS menjenguk dan mendoakan orang sakit," kata Kiai Masduki, Kamis (08/08/2019).

Namun, lanjut Kiai Masduki, dalam tradisi NU memang ada keberkahan ketika mengantarkan jenazah alim ulama atau wali ke alam kubur. Dia mengatakan siapapun yang berdoa untuk jenazah yang meninggal adalah perbuatan baik.

"Tapi saya kira, orang berdoa baik saja. kalau Habib Rizieq berdoa ya tidak masalah," tutur dia.

Mbah Moen merupakan Mustasyar (Dewan Penasihat) PBNU. Ulama karismatik ini juga pernah menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Mbah Moen dikenal sebagai alim ulama yang terus mendakwahkan perdamaian.

Terkait Habib Rizieq disebut menyerobotan doa, Masduki menilai, ini terkait dengan susunan acara yang sudah dibuat pihak berwenang Indonesia di Saudi. Dia memandang Dubes Agus Maftuh menyebut Habib Rizieq menyerobot karena tidak ada dalam susunan acara yang telah dibuat.

"Lalu kalau terkait masalah penyerobotan, itu kan aturan main yang disusun dalam acara yang memang sudah dirancang oleh negara. Dubes itu wakil negara Indonesia di Arab Saudi. Sehingga penguburan Mbah Maimun, prosesinya itu sudah diatur oleh dubes," tuturnya.

"Sehingga kalau dubes bilang ada penyerobotan, mungkin Habib Rizieq tidak dirancang hal itu, sehingga ada istilah penyerobotan. Walaupun juga sebenarnyua dalam tradisi orang bertakziah ke kuburan, kalau itu bukan diatur negara bebas saja. Cuma memang ada aturan mainnya," sambung Ketua MUI bidang Infokom ini.

Masduki memandang Dubes Agus Maftuh keberatan karena situasi tersebut. Dia juga melihat narasi di media sosial soal viralnya Habib Rizieq memimpin doa di pemakaman Mbah Moen.

"Cuma ini kan viral seolah ada ambil momen, yang ambil doa itu habib rizieq. Itu yang kemungkinan membuat Pak Dubes keberatan dengan viral itu. Kedua, seakan-akan acara Mbah Maimun itu diambil semacam untuk digunakan momentum pencitraan. Kalau begitu lalu kemudian tidak jadi ibadah, jadi unsur tampil atau riya," kata dia.

"Tapi ternyata orang-orang tahu bahwa ternyata tidak seperti itu. Ternyata mungkin tim Habib Rizieq yang memviralkan itu tidak memperkirakan akan diklarifikasi dubes," imbuhnya.

Masduki juga mengomentari soal pernyataan Agus Maftuh soal ada pihak yang terlalu berani dan su'ul adab (tak etis) dengan membacakan talkin di pemakaman Mbah Moen. Sebelumnya, Agus Maftuh mengatakan dalam tradisi NU biasanya jika alim ulama wafat, maka yang membaca talkin adalah ulama yang selevel.

Masduki sependapat dengan Agus Maftuh. Namun, menurutnya pembacaan talkin oleh pihak lain sebetulnya bukan sebuah persoalan jika lebih mendahulukan ulama sepuh.

"Iya dong, kalau itu kan memang orang-orang yang dianggap selevel. Mbah Moen bukan sekedar dikenal ulama sepuh. Tapi tanda-tanda kesalihan tanda kewara'an (sikap menahan diri dari yang haram dan menjauhkan dari perkara subhat) dari hidup beliau itu sudah nampak. Sehingga tidak elok kalau ada orang yang tidak jelas tiba-tiba membaca talkin. Bahwa kalau ada orang yang ingin membaca talkin setelah itu, itu tidak soal," ungkap Masduki. [dutaislam.com/pin]

Keterangan: Disadur dari Detik.com dengan judul asli 'Kata PBNU soal Tuduhan 'Habib Rizieq Serobot Doa di Makam Mbah Moen''.


close
Banner iklan disini