Kalimat Duka Cita Habib Umar bin Hafidz untuk Mbah Moen
Cari Berita

Advertisement

Kalimat Duka Cita Habib Umar bin Hafidz untuk Mbah Moen

Duta Islam #02
Kamis, 08 Agustus 2019

Habib Umar bin Hafidz. (Foto: istimewa)
DutaIslam.Com - Rasa duka cita mendalam karena kepergian KH Maimun Zubair (Mbah Moen) dirasakan banyak ulama termasuk Al Habib Umar bin Hafidz.

Berikut ini kalimat duka cita Habib Umar yang beliau sampaikan:

"Kami menghaturkan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya, baik untuk diri sendiri, juga kepada Keluarga Besar Nahdlatul 'Ulama. Terlebih kepada Para Tokoh dan 'Ulamanya, atas wafatnya (orang) yang telah dipilih Allah dan berpindah ke sisiNya, Asy-Syeikh, Al-'Allamah yang berumur panjang, Maimun Zubair As-Sarangi. Semoga Allah meninggikan derajatnya, semoga Allah mengumpulkan kita semua bersama beliau di SurgaNya.

Kami menghaturkan takziyah kami kepada segenap keluarga, kerabat, para murid beliau, dan seluruh Rakyat Indonesia. Juga kepada kaum muslimin dan muslimat, atas kehilangan 'Ulama yang mulia ini. Yang melangkah dengan langkah perjuangan yang kokoh, yang kuat hubungannya dengan Allah dan RasulNya. Yang telah mengambil ilmu dengan sambungan tali rantai ilmu yang kuat, yang jelas, terang, dan agung. Semoga Allah Ta'ala senantiasa merahmatinya.

Hendaklah kita memahami bahwa kematian Orang 'Alim adalah kehilangan besar dalam Agama Islam. Tidak bisa ditambal kecuali dilanjutkan oleh para penerusnya. Sesungguhnya, meninggalnya (orang) satu kabilah (kampung) lebih ringan daripada kematian seorang 'Ulama.

Allah telah memilih beliau dengan akhir yang baik (husnul khatimah). Tanda kebahagian itu adalah ketika beliau keluar meninggalkan rumah dan keluarganya menuju Tanah Suci, untuk bersanding di sisi Allah, Rasulullah, Khadijah Al-Kubra, Sahabat yang Mulia, dan Para Kerabat Nabi yang Suci, di Pemakaman Hajun dan Ma'la di Kota Makkah Al-Mukarramah. Semoga Allah merahmati dan meninggikan derajatnya.

Sesungguhnya kemuliaan serta keluhuran beliau terlihat, karena beliau mengambil ilmu dari sumbernya dengan tali rantai ilmu yang benar. Maka, pemahaman beliau akan Al-Qur'an dan Hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berdiri di atas pondasi yang benar. Yang diwariskan sejak zaman Para Sahabat hingga Para Guru yang beliau temui, seperti Guru Mulia, Al-Imam, Al-Habib, 'Alawy bin Abbas, Al-Maliki Rahmatullahi Tabaraka WaTa'ala.

Menuntut ilmu dengan cara seperti ini merupakan ikatan yang sangat kuat untuk mendapatkan Hakikat..." [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini