Reaksi Nabi Ketika Melihat Arab Badui Kecing di Masjid Nabawi
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Reaksi Nabi Ketika Melihat Arab Badui Kecing di Masjid Nabawi

Duta Islam #03
Senin, 01 Juli 2019
Loading...

Repelika Masjid Nabawi. Ilustrasi: Istimewa.
DutaIslam.Com - Insiden seorang wanita yang membawa ajing ke Masjid Al Munawaroh Bogor, Ahad (30/06/2019), termasuk perbuatan tidak terpuji. Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam yang disucikan. Sementara bagi umat Islam ajing termasuk hewan najis yang dilarang untuk menyentuhnya.

Baca: Viral Perempuan Bawa Anjing ke Masjid Al Munawaroh Bogor Diusir Jemaah

Namun, tidak semestinya kita lantas mecela wanita itu dengan membabi buta. Sebagaimana terekam dalam video yang beredar, perempuan itu mengaku beragama katolik. Sehingga boleh jadi wanita itu tidak tahu bahwa membawa anjing ke dalam masjid termasuk tindakan yang kurang terpuji.

Di negara yang masyarakatnya mengangut beragam agama seperti Indonesia, reaksi keras terhadap perempuan tersebut perlu kita tunda terlebih dahulu hingga permasalahan menjadi jelas. Karena kecaman yang membabi buta dapat merusakan persaudaraan kita antar umat beragama.

Kita perlu meneladani perilaku nabi Muhammad bagaimana memperlakukan orang lain termasuk yang memiliki kepercayaan berbeda dengan kita. Hal ini telah banyak dicontohkan oleh nabi ketika beliau masih hidup, khususnya ketika memimpin masyarakat madinah.

Kejadian serupa dengan wanita yang membawa anjing ke Masjid Bogor sebenarnya juga terjadi pada zaman nabi. Yaitu ketika seorang Arab Badui kencing di Masjid Nabawi. Nabi memberikan teladan yang baik bagaimana memperlakukan Arab Baduwi tersebut.

Dilansir dari NU Online, suatu hari Masjid Nabawi kedatangan seorang Arab dari wilayah perkampungan A’rabiy. Tak lama setelah itu, ternyata orang Arab badui tersebut buang air kecil di area masjid Nabawi.

Orang Arab kampung yang kencing di masjid Nabawi itu tentu saja segera dikerubung para sahabat Nabi. Mereka mencela dan meneriaki perbuatan itu, sebagai sesuatu yang tentu saja kelewatan.

“Sungguh buruk apa yang ia lakukan,”. Demikian ucapan salah seorang sahabat, sebagaimana diriwayatkan dalam kitab hadits Shahih Muslim.

“Wahai kalian,” Nabi melerai mereka. “Biarkan saja dia sampai selesai,” bahkan dalam riwayat lain disebutkan, ”Siapa tahu dia akan masuk surga.” Sahabat yang mengetahui hal itu segera berhenti mencela orang Arab badui tadi.

Setelah orang Arab badui itu berlalu, Nabi meminta kepada sahabat untuk mengambil air sekitar satu timba. “Siramkan air itu  di atas tanah yang dikencingi tadi,” kata beliau.

Nabi tidak langsung mengingatkan perbuatan si Arab dari kampung itu. Jika Nabi langsung menegurnya, tentu si Arab Badui akan merasa malu. Begitupun kepada para sahabat nabi tidak mencelanya. Malah mengajari mereka bagaimana cara menyucikan suatu najis.

Begitulah cara nabi berdakwah dan memperlakukan umat agama lain. Cara-cara seperti ini harus kita ke depankan. Apalagi di negara Indonesia yang dihuni oleh masyarakat multi agama. [dutaislam.com/pin]


close
Banner iklan disini