Memahami Ujian dan Cinta
Cari Berita

Advertisement

Memahami Ujian dan Cinta

Duta Islam #04
Sabtu, 29 Juni 2019

Penjelasan ujian dan cinta (sumber: istimewa)
Cinta merupakan anugerah terbesar yang diberikan kepada Tuhan kepada hamba-Nya. Dengan adanya rasa cinta, manusia satu sama saling berbagi kasih.

DutaIslam.Com - Rasa cinta menjadi pondasi umat manusia dalam membangun kerukunan dan persatuan. Kekuatan cinta yang dianugerahkan Tuhan mampu menciptakan ikatan kuat antar sesama makhluk Tuhan.

Tuhan memberikan perasaan cinta di dalam hati manusia agar mereka saling menyanyangi dan mengasihi. Sehingga, terkadang rasa cinta tersebut membuat tak rela apa yang kita cintai diambil pemilik cinta sejati, yakni Tuhan itu sendiri. Padahal, apa yang dimiliki manusia di dunia ini hanyalah titipan dari Tuhan.

Namun, saking cintanya manusia tak rela melepasnya ketika diminta kembali oleh Tuhan. Misalnya, ketika Allah mentakdirkan anak kita meninggal terlebih dahulu, seringkali kita sebagai seorang bapak atau ibu tidak terima dengan hal itu.

Baca: Membumikan Narasi Damai di Bulan Ramadhan

Contoh lain ketika kita mempunyai harta yang berlimpah, karir yang bagus atau pangkat yang tinggi, terkadang kita berat hati menerimanya saat semunya itu lenyap dari hadapan kita. Maka, apapun yang kita cintai di dunia ini, perlu ditanamkan di dalam hati bahwa Allah SWT suatu saat akan mengambil itu semua, entah tunai atau secara berkala.

Sebagai seorang hamba, manusia harus sadara bahwa Allah SWT tidak jarang memberikan ujian kepadanya berupa rasa cinta terhadap sesuatu. Seberapa kuat kita bersabar atau ikhlas melepas apa yang kita cintai.

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai…” (QS. Ali Imron: 92).

Surat Ali Imran ayat 92 menunjukkan bahwa melepas apa yang dicintai itu sangat berat. Maka, Allah SWT melalui ayat tersebut hendak memberikan umat manusia pelajaran hidup untuk melatih diri berbuat ikhlas. Keikhlasan itu bisa diniali ketika ia mampu menginfakkan harta benda kesayangannya.

Ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia berupa cinta itu tergambarkan di dalam Surat at-Taubah ayat 24. Ayat tersebut menjelaskan perihal siapa yang patut lebih dicintai di dunia ini.

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya, Allah tidak akan memberi petunjuk pada orang orang fasik yang melampaui batas” (QS. at-Taubah 24).

Sudah menjadi naluri manusia kalau rasa cinta kepada keluarganya sangat besar. Kecintaan ini jika tidak didasari cinta kepada Allah SWT dan RasulNya akan terjerumus pada kehancuran. Sebab, ia lupa terhadap apa yang digariskan Tuhannya.

Baca: Janganlah Gemar Melaknat, Meskipun Kepada Non Muslim

Kecintaan yang tidak dilandasi kecintaan kepada Allah hanya akan berubah menjadi syahwat duniawi. Misalnya, seorang ayah yang begitu cintanya kepada sang anak, ia mengabulkan segala apa yang diminta anaknya. Anaknya dibiarkan bebas melakukan apapun, meskipun hal tersebut bertentangan dengan syariat.

Maka, Allah SWT di dalam ayat di atas menegaskan bahwa kecintaan kepada apapun harus dilandasi kecintaan kepada Tuhannya. Sehingga baginya, Allah dan rasulnya lah yang paling dicintai.

Dengan demikian, kecintaannya terhadap makhluk akan berjalan sesuai fitrah Tuhan. Yakni, cinta yang membawa pada kebahagian hakiki di dunia dan akhirat. Amiin. [dutaislam.com/in]

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah