Bingung Mengikuti Pilihan Capres dari Kiai, Ini Solusinya
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Bingung Mengikuti Pilihan Capres dari Kiai, Ini Solusinya

Duta Islam #01
Sabtu, 06 April 2019
Loading...

cara memilih pasangan
Pilih Jokowi atau Prabowo. Foto: istimewa. 
DutaIslam.Com - Musim Pemilu 2019 ini, banyak santri yang bingung harus mengikuti pilihan siapa untuk mencoblos Capres-Cawapres nanti. Terjadi di beberapa daerah, antara sang kiai dan putranya, kadang berbeda pilihan.

Seorang gus misalnya, ada yang lebih memilih pasangan Prabowo-Sandi daripada Jokowi-KH. Ma'ruf Amin. Tapi sang kiai sepuh ternyata sudah mantap betul memutuskan memilih Jokowi-KH. Ma'ruf Amin pada 17 April 2019 nanti.

Baca: Tiga Kementerian Dicaplok HTI Jika 02 Menang.

Para santri alumni pondok akhirnya bingung, harus ikut pilihan kiai atau putranya? Jika Anda mengalami hal demikian, ikutilah cara menentukan siapa yang Anda pilih nanti?


  1. Ingatlah, ijtihad sendiri untuk memilih siapa pasangan capres-cawapres yang Anda coblos sifatnya adalah dhanni (persangkaan). Sementara, mengikuti perintah dan anjuran kiai adalah qath'i (pasti). 
  2. Ikutilah pilihan kiai yang lebih senior secara ilmu, pengalaman dan spiritualnya. Jangan hanya karena emosi ikut percaya isu anti PKI, pro kriminilisasi ulama', Anda kemudian memilih "murtad" dan menjadi oposan tak bermutu. 
  3. Ingatlah, seorang santri, ketika ada kiai-nya mantu, dia pasti ikut membantu. Itulah santri taat. Jangan justru membantu orang lain yang menjadi rival kiai sedang mantu. Jadi santri yang baik itu harus ikut mlandhang (membantu acara mantu kiai). 


Jika Anda menganggap Habib Luthfi tidak senior dan Mbah Moen Anda kira tidak berpengalaman dalam berpolitik, maka, silakan Anda pilih Prabowo-Sandi. Mudah kan?

komunitas santri mlandang jepara
Foto bersama Komunitas Santri Mlandang usai diskusi di Jepara, Jumat malam, 5 April 2019. Foto: Dutaislam.com.
Demikian tips memilih pasangan presiden pilihan kiai bagi santri bingung menentukan pilihan. Dicatat Duta Islam dari hasil diskusi dengan Komunitas Santri Mlandang di Jepara, 5 April 2019. [dutaislam.com/ab]

Loading...