Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Ustadz Ini Beri Fatwa Sesat Kalau Ikut NU Suruh ke Luthfi Bashori, Idrus Ramli dan Buya Yahya

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Selasa, 06 Juni 2017
    A- A+

    DutaIslam.Com - Seorang penceramah dari Riau, yang konon dikagumi karena ilmu haditsnya, yakni Ustadz Abdul Somad Lc, MA membuat fatwa menyesatkan tentang siapa saja yang ia anggap layak diikuti fatwanya. Ada ribuan tokoh dan ulama NU, namun dia hanya menyebut "yang secara sah" diikuti hanya tiga.

    Ironisnya, tiga nama yang dia sebut justru sering mengutuk NU, tidak aktif di struktural NU tapi menjadi benalu untuk jamiyah NU. Mereka adalah KH Luthfi Bashori, KH Idrus Ramli dan Buya Yahya. Itu dikatakan oleh Abdul Somad saat mengisi acara Tabligh Akbar bertema "Pemuda Akhir Zaman" di Gedung Drs. Sutan Balia Universitas Riau, (Jumat, 14 April 2017).

    "Dalam ritual mengikuti madzhab Syafi'i, dalam fiqih masih tetap Syafi'i, dalam akidah Asy'ari, dan dalam tasawwuf Junaid Al-Baghdadi dan tidak kena virus sekuler dan liberal," katanya. Dia kemudian berdalil, "khudz ma shofa da' ma kadar, ambil yang jernih, tinggalkan yang keruh," imbuhnya.

    Dia memberi fatwa sesat karena ketiga nama di atas saling bersekutu menyerang tokoh-tokoh NU melalui barisan sakit hati bernama NU Garis Lurus. Padahal, situs yang dianggap paling lurus itu adalah bikinan pemuda Persatuan Islam (Persis) yang berhasil membujuk alumni-alumni pondok pesantren, untuk kemudian menyerang NU bersama-sama. (Baca: Persekutuan Idrus Ramli dan NU Gila)

    Kita masih ingat ketika Idrus Ramli melalui koleganya berinisial KN memulai isu tuduhan Kiai Said Aqil Siraj sebagai pengikut Syiah saat Muktamar 2015. Bahkan Idrus juga berkali-kali kena semprot kalangan nahdliyyin karena kesombongannya. Satu waktu, dia menyebut KH Hasyim Muzadi sebagai tidak mengerti agama, tidak bisa baca kitab. (Baca: Astaghfirullah, Idrus Ramli Sebut KH Hasyim Muzadi Tidak Paham Agama).

    Idrus juga tidak pernah bergeming ketika dia melontarkan isu ada mursyid (tahriqah) yang dia sebut mufsid (perusak). Banyak orang menyebut, yang dimaksud Idrus adalah Habib Luthfi bin Yahya. Namanya juga menuduh, tentu dia membantah. Hanya melontar kontroversi, lalu pergi. Khas wahabi. Idrus, sebagaimana kalangan NU muda menyebutnya, adalah aswaja rasa wahabi (asrabi). Baca: Asrabi (Aswaja Rasa Wahabi), Ini Dia Cirinya

    Sejalan dengan Idrus, Luthfi Bashori juga sering buat fatwa menyesatkan yang tidak menumbuhkan cinta warga nahdliyyin kepada NU, malah menggembosi, lalu berdalih dia mengkritik. Dia adalah pendiri situs aswajagarislurus.com, embrio nugarislurus.com, yang hampir tidak pernah berbaik sangka kepada kiai-kiai NU. Luthfi termasuk gus yang mbalelo. Oleh pegiat NU, dia masuk Daftar Tokoh Pemecah Belah NU

    Bagaimana dengan Buya Yahya. Ya sama saja. Di Cirebon, pemilik nama asli Yahya Zainal Ma'arif itu disebut-sebut sebagai perusak tradisi masyarakat Cirebon. Terlalu sombong, dia dulu (sebelum kecekaaan), sering mengutuk Kiai Said berkali-kali (silakan cari-cari di Dutaislam.com). Bahkan, dia dianggap memilik banyak dosa kepada para ulama Cirebon karena lakunya yang buruk. Baca: Dosa-Dosa Buya Yahya

    Dia bukan pengurus NU. Apalagi tokoh NU. Pasnya, Yahya adalah tokoh pemecah belah NU, yang syirik kepada para kiai NU. Utamanya di Cirebon. Baca: Alasan-Alasan Warga Cirebon Menolak Buya Yahya dari NUGL

    Baik Lutthdi Bashori, Idrus Ramli maupun Yahya, mereka semua ada di barisan yang selalu mengganggu mahabbah para warga NU untuk mengikuti kiai-kiainya. Jaringan mereka ya di NU Garis Lurus, sebagaimana disebutkan Ustadz Abdul Somad di atas. Menurut KH Hasyim Muzadi, NU GL Itu Gampang Mengkafirkan Orang. Ini yang bicara almarhum Kiai Hasyim. 

    Ada banyak kiai dan ulama di NU, tapi Abdul Somad hanya milih tiga nama. Dia tidak merekomendasikan KH Maimoen Zubair, Habib Luthfi bin Yahya, KH Musthofa Bisri, KH Ma'ruf Amin, KH Said Aqil Siraj, KH Marzuki Mustamar, Tuan Guru Turmudzi, dan lainnya hanya karena, kata Somad, mereka tidak dibenci kafir.

    Abdul Somad pun akhirnya memberi pengertian bahwa ulama adalah yang dibenci kafir dan munafiq, "ikutilah ulama, yang dibenci kafir, yang dibenci munafiq. Hari ini yang paling dibenci kafir dan munafiq adalah Habib Rizieq," terangnya dalam video yang juga diunggah oleh Luthfi Bashori di akun Facebooknya (Senin, 05/06/2017).

    Abdul Somad berlagak menjadi Tuhan dengan simpulan kacaunya bahwa yang membenci Habib Rizieq adalah munafiq. Padalah, Nabi saja merahasiakan 40 nama orang munafiq, Abdul Somad lagaknya melebihi sikap NabiNaudzubillah.

    Apakah ulama syarat ulama itu harus dibenci kafirin dan munafiqin? Siapakah munafiqin itu? Siapa kafirin yang dia maksud? Apakah yang disebut munafiq itu pendukung Ahok? Hingga akhirnya menerbitkan perlu aturan melarang shalat jenazahnya? (Baca: Innalillah, Inilah Keputusan Dewan Dakwah Soal Shalat Jenazah Munafiq "Pendukung Ahok").

    Abdul Somad sepertinya sedang mencari panggung, tapi dia salah jalan jika harus berhadapan dengan Cyber Netizen NU seperti Dutaislam.com. Dia masuk dalam radar, selain ustadz berinisial KN, sekutu Idrus Ramli. [dutaislam.com/ab]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    1 komentar:

    WAHAI PERSEKUTUAN NU GARIS LURUS, APA SIH YANG KALIAN CARI, IKUTI ROUTENYA DONG, NTAR KALO KELURUSAN BISA MENTOG ATAU KECEBUR KE LAUT. KALAU GA BENGAP YA GELAGAPAN, KAN. NU YANG BELOK KANAN BELOK KIRI KAN ROUTENYA MEMANG BEGITU,BIL HIKMAH GITU LHO. BASYIRUU WALA TUNAFIRUU