Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Gus Dur, Jenengan Presiden yang Jadi Agen Elpiji?

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Jumat, 08 April 2016
    A- A+
    Oleh KH Musthofa Bisri

    Gus Dur...
    Oalah guuus guus, panjenengan niku lho, Ketua PBNU, Ketua Fordem, Presiden WCRP, peraih gelar doktor kehormatan dari puluhan universitas luar negeri, dekat dengan tokoh lintas agama, punya akses ke para taipan, penulis, pembicara, dan akhirnya....Presiden RI!!! kok tetep kere to gusss, gussss....

    Saat jadi presiden, mbok ya pondoknya dibangun yang megah, rumahnya dipermewah, membantu dana ke Tebuireng, anak-anaknya dikasih mobil mewah, menantu dan orang dekat diberi saham di perusahaan ini itu, terus, itu lo guuuus, mbok ya pakaiannya yang gagah, yang mahal, impor, masak tokoh kelas dunia kok pakai sarung sama baju murah kelas kaki lima kemana mana..

    Ah, presiden RI kok kere sih guuus! (Baca Duta Islam: Presiden Fiqih Itu Bernama Gus Dur)


    Panjenengan itu kiai, kok nggak mbangun pondoknya biar megah to guuuus... Pripun to, lha njenengan itu kata orang-orang kan dekat dengan Yahudi? Mana ada antek Yahudi kere seperti njenengan guus...

    Pripun to gus, katanya panjenengan dekat dengan AIPAC alias Lobi Yahudi di AS? Mbok ya bikin proposal proyek apalah namanya, biar NU tambah kaya dan njenengan tambah tokcerrrr. Ya sesekali tirulah cara Pak Harto, gussss....

    Panjenengan itu kan dituduh Antek Paman Sam, lha baru beberapa hari jadi presiden kok nggak sowan ke Bill Clinton? Malah ke China, India, sama Rusia. Lanjut ke Timur Tengah, lalu Eropa, kemudian baru ke AS. Hmmm, lha setelah itu kok ke Kuba, ngakak bareng Fidel Castro, kemudian kongkow sama Hugo Chavez di Venezuela. Ini kan dua sosok yang dibenci Amrik! Wooooo, apa panjenengan antek AS yang berkhianat sama Paman Sam ya Guuuuus....???

    Lhoooo malah ke Palestina, rangkulan mesra sama Yasser Arafat? Panjenengan sios dados agen Yahudi Israel nopo mboten sih guuuuus? Ealah, panjenengan itu kan Liberal, iya kan? Kata orang-orang itu lo gusss. Masak sih liberal kok hobinya silaturrahim ke para ulama. Liberal kok gemar ziarah makam auliya. Liberal kok saat di mobil tadarus Qur'an sendiri. Liberal cap apa sih gus, panjenengan itu? (Baca Duta Islam: Gus Dur Itu Wali)

    Pemimpin macam apa sih panjenengan itu. Sudah punya koneksi banyak, punya ratusan ribu "milisi" fanatik yang dengan komando panjenengan siap berperang, kok malah tiba-tiba dengan memamai celana kolor dan berkaos keluar dari istana; menyuruh mereka menahan diri, memerintahkan mereka balik ke kampung halaman, dan meminta para pengikut menahan diri agar darah tak tumpah di bumi pertiwi.

    Malah panjenengan akhirnya "rela dimundurkan" dari jabatan. Pemimpin kok nggak heroik mengkultuskan kekuasaan, to gus....? Pemimpin macam apa njenengan guus kok pemimpin nggak punya dompet, sering bingung menjawab saat anak-anak panjenengan minta uang, dikasih uang panjenengan terima tapi langsung panjenengan berikan kepada siapapun yang meminta/ butuh bahkan tanpa panjenengan tahu nominal di dalamnya. Pemimpin umat kok memakai prinsip "kantong bolong" kayak Semar to gus, ya nggak bakal kaya....

    Apa betul panjenengan itu Komunis, gara-gara merangkul eks-Tapol PKI? Lha Komunis macam apa yang hafal kitab Hikam? Bahkan memberi syarah melalui lisan saat ngaji di Pesantren Ciganjur. Komunis macam apa panjenengan itu?

    Katanya, juga, panjenengan itu antek Syi’ah gara-gara dekat Iran? Apa panjenengan juga bakal dituduh antek Afrika, antek Negro, saat dekat dengan Nelson Mandela, Gusss? (Baca Duta Islam: Macam-Macam yang Dituduhkan Kepada Gus Dur)

    Ohya, foto panjenengan sama Paus Paulus Yohannes II di Vatikan, itu kan bukti panjenengan dekat dengan kaum Salibis (ini istilah saya pinjam dari “orang-orang tertentu”)?

    Sesekali, dulu, seandainya sempat, panjenengan sebagai presiden pun bisa foto bareng sama Brad Pitt, Zenedine Zidane atau Marcello Lippi sekalian, supaya tuduhannya terasa lengkap: antek Hollywood, antek FIFA, agen Italia.

    Jika tuduhannya masih kurang lengkap, panjenengan kan bisa berpose sejenak di depan toko elpiji, biar sekalian dituduh agen elpiji. Nopo ngoten, gus? (Baca Duta Islam: Alasan KH As'ad Situbondo Memusuhi Gus Dur)

    Tapi..... Ah, sudahlah, njenengan memang emboh guuus...guuus.. ..banyak banget gus pokoknya, kok njenengan gak sedih to gus? kulo kenal sanget panjenengan gus, yang gak kenal panjenengan mungkin bisa ikut-ikutan kemakan fitnah dan cercaan itu, tapi orang yang kenal dekat panjenengan bakal slalu inget kebaikan njnengan gus, Al Faatihah...[dutaislam.com/ab]
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: