Rais Aam PBNU Ungkap Alasan Kenapa Pesantren Bisa Bertahan
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Rais Aam PBNU Ungkap Alasan Kenapa Pesantren Bisa Bertahan

Duta Islam #02
Jumat, 01 November 2019
Loading...

Rais Amm PBNU, KH. Miftachul Akhyar.

DutaIslam.Com - Naharul Ijtima’ perdana diadakan Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (asosiasi pondok pesantren) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah menghadirkan Rais Amm PBNU bertempat di Masjid Agung Jawa Tengah, Kamis (31/10/2019).

Kegiatan ini dilakukan untuk menjadi media silaturahim  ulama Pesantren Kultural dan struktural NU guna mendapatkan informasi yang aktual mengenai perkembangan Nahdlatul Ulama dan Pesantren.

“Pesantren bisa bertahan karena model pendidikannya mampu memproduksi orang pinter yang berakhlaq (bener). Disaat kita mengalami era darurat ahlus sunnah wal jama’ah (aswaja),” ungkap Rais Amm PBNU, KH. Miftachul Akhyar.

Lanjutnya, yang dimaksud dengan pinter dan bener adalah pesantren mampu melahirkan manusia intelek dan berakhlaq.

"Pesantren asli merupakan peninggalan Walisongo. Sistem Pendidikan mengarusutamakan warisan salaf. Yaitu menjaga sifat mulia, unggah-ungguh dalam kehidupan, takdhim kepada guru dan hidup sederhana. Nilai yang istimewa di tengah era pragmatisme dan transaksional yang menggerogoti sistem pendidikan lainnya," terang Kiai Miftah.

Menurutnya, untuk memproduksi seorang santri tidaklah mudah karena ada tugas melanjutkan perjuangan ulama. Untuk itu, Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini menyitir tentang 5 ayat pertama (Iqra’) yang turun kepada Nabi yang bisa dijadikan panduan. Yaitu kemampuan membaca tulisan, keadaan, peristiwa alam, sehingga santri pintar dalam berbagai bidang di dunia.

“Tapi jangan lupa untuk menyebut nama Tuhanmu (bismi rabbik), pengontrol dan pengendali kepintaran dan kecerdasan. Yang bisa seperti inilah pondok pesantren saja. Perlu adanya pendampingan dan kontrol,” tambah Kiai Miftach

Alumni Pesantren Tambak Beras ini, mengingatkan pentingnya pesantren juga sebagai penjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

"Tugas sebagai penerus ulama yang menyiarkan agama dengan moderat. Pesantren Nusantara harus terus menjadi lembaga pendidikan keislaman yang rahmatal lil alamin," tuturnya. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini