Naharul Ijtima', Nama Pemberian Gus Mus untuk Forum Silaturrahim RMI PWNU Jateng
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Naharul Ijtima', Nama Pemberian Gus Mus untuk Forum Silaturrahim RMI PWNU Jateng

Duta Islam #02
Kamis, 31 Oktober 2019
Loading...


DutaIslam.Com - Naharul Ijtima’ merupakan ikhtiyar Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (asosiasi pondok pesantren) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah mempertemukan warga kultural dan struktural Nahdliyyin. Acara Naharul Ijtima’ ini menjadi media untuk mendapatkan informasi yang aktual mengenai perkembangan Nahdlatul Ulama secara umum. Naharul Ijtima’ akan diselenggarakan hari ini, Kamis (31/10/2019) di Masjid Agung Jawa Tengah.

Sebagai kegiatan perdana dalam level Jawa Tengah, Rais Amm PBNU, KH. Miftachul Akhyar akan hadir. Selain itu kiai sepuh dari cabang-cabang se-Jawa Tengah juga dipastikan hadir dalam kegiatan ini. Kali ini panitia mengangkat tema “Silaturrahim Masyayikh Pesantren Nahdlatul Ulama Kultural dan Struktural Untuk Kemaslahatan Umat, Bangsa dan Negara”.

RMI PWNU Jateng mencari format pertemuan agar mampu mengumpulkan masyarakat secara luas bukan dalam kapasitas pengajian. Namun, pengajian jam’iyyah (keorganisasisan) Nahdlatul Ulama. Kalau mengambil waktu malam sudah ada Lailatul Ijtima’. Sedangkan kebutuhan untuk menyosialisasikan informasi efektif dilakukan waktu siang.

“Perkumpulan siang hari ini, menjadi harapan panitia agar warga nahdliyyin banyak yang hadir dan mampu menjadi jembatan komunikasi, antara warga dan pengurus”, ungkap KH. Ahmad Zaki Fuad selaku sekretaris panitia.

“Kami pernah sowan kepada Gus Mus, kemudian beliau memberikan nama Naharul Ijtima’,” terang KH. Ahmad Fadhlullah Turmudzi. wakil ketua RMI PWNU Jateng.

Hal ini terinspirasi dari pertemuan rutin yang telah diadakan RMI PCNU Kendal periode 2008-2012. Pertemuan ini dinamakan Naharul Ijtima’ ketika Gus Fadh (sapaan akrab KH. Ahmad Fadhlullah Turmudzi) berkhidmah menjadi ketua RMI PCNU Kendal. Kegiatannya berkeliling ke tiap-tiap MWC sekabupaten Kendal. Bahkan pada waktu itu terdapat buletin “Assalamu Alaikum” sebagai media komunikasi cetak. Beberapa kali putaran pertemuan, Gus Mus hadir secara pribadi untuk memberikan tausiyah agar warga nahdliyyin semangat dalam berorganisasi.

Kemudian, Naharul Ijtima’ ini diangkat dalam skala yang lebih luas. Yaitu pertemuan dalam tingkat karesidenan. Tentu konsolidasi dan koordinasi RMI PWNU Jateng dengan RMI PCNU yang menjadi tuan rumah akan semakin erat. Karena RMI PWNU Jateng bertanggung jawab untuk mengembangkan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan.

“Banyak hal yang akan dibicarakan dengan cabang-cabang, apalagi sudah disahkannya Undang-Undang Pesantren. Nantinya akan banyak pertanyaan penting dari pesantren. Kita sebagai asosiasi akan berperan aktif,” tambah Dr. KH. Abu Choir, MA selaku sekretaris RMI PWNU Jateng.

Nantinya, RMI PWNU Jateng tak akan sendirian dalam menyelenggarakan kegiatan ini ketika turun ke bawah. Kegiatan yang melibatkan warga nahdliyyin secara massal ini akan menggandeng lintas sektoral. Agar sentuhan tak hanya terkait kepesantrenan saja. Ditambah kegiatan ini akan terselenggara juga di daerah. Nantinya akan ada kepanitian bersama antara RMI Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang. Hadirnya kegiatan ini, RMI PWNU berharap banyak ide-ide terobosan yang bisa ditangkap untuk bisa lebih memajukan pesantren secara umum. [dutaislam.com/zulfa/gg]

close
Banner iklan disini