Dicari Istilah Lain Radikalisme, Mahfud MD Beri Contoh: Manipulator Agama
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Dicari Istilah Lain Radikalisme, Mahfud MD Beri Contoh: Manipulator Agama

Duta Islam #03
Sabtu, 02 November 2019
Loading...

Mahfud MD. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Radikalisme tidak tertuju pada satu kelompok agama tertentu. Melainkan siapa saja yang ingin melawan ideologi negara, maka bisa masuk kategori radikalisme.

Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dalam tayangan video yang dilansir KompasTv, Jumat (01/11/2019). Dilansir dari Tribunnews.com, Mahfud MD menejelaskan mengenai konsep radikalisme.

Pertama, menyangkut subjek radikalisme yang mana bukan dari penganut agama tertentu. Meskipun kebetulan kebanyakan pelakunya adalah orang penganut agama tertentu. Tetapi dalam proses di pengadilan, bukti jelas bahwa telah melakukan tindakan yang disebut radikal atau penganut paham radikalisme.

Kedua, karena subjeknya tidak tertuju pada penganut agama tertentu maka perlu dicari sebutan lain. Menurut Mahfud, presiden telah mengusulkan meskipun tidak menjadi keputusan tetapi sekadar memberi ilustrasi.

"Presiden mengatakan bahwa penganut radikal memang bukan agama tertentu sehingga mungkin perlu dicari sebutan lain."

"Sebutan lain itu misalnya, manipulator agama," tutur Mahfud.

Menurut Mahfud, radikalisme merupakan paham yang berpandangan bahwa sistem bernegara salah sehingga harus dibongkar dari akarnya. Penganut paham radilalisme, lanjut Mahfud, juga melawankan ideologi negara dengan alternatif ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

"Paham radikalisme dalam tahapan tindakan bisa berupa tindak kekerasan atau membangun permusuhan dengan orang lain," jelas Mahfud MD, dikutip dari Tribunnews.com.

Mahfud juga menambahkan bahwa bentuk radikalisme di dalam agama antara lain berupa takfiri (kelompok yang selalu mengkafirkan orang lain yang berbeda dengan dia).[dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini