Ustadz Tengku Anggap Kicauannya Kritik, Emoh Disebut Ujaran Kebencian
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Ustadz Tengku Anggap Kicauannya Kritik, Emoh Disebut Ujaran Kebencian

Duta Islam #03
Selasa, 29 Oktober 2019
Loading...

Lukisan sindir Ustadz Tengku Dzulkarnain. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Ustadz Tengku Dzulkarnain menilai sejumlah ucapannya di Media Sosial bukanlah ujaran kebencian. Dirinya menggklaim bahwa sejumlah ucapannya itu sebagai kritik.

Hal ini dinyatakan Ustadz Tengku melalui kicauannya di Twitter ketika mengomentari karikatur dirinya yang digambarkan kerap menyemburkan 'lumpur'. Dalam karikatur tersebut, Ustadz Tengku mengenakan serban dan baju putih. Dari mulutnya keluar air berwarna cokelat.

"Mereka Mau Semua Orang Jadi Penjilat? Sehingga Setiap Kritik Dianggap Ujaran Kebencian. Kami Orang Sumatera Diajarkan Orangtua dan Guru Kami agar Mengatakan yg Haq adalah Haq dan yg Bathil itu Bathil. Lebih Baik Mati Berdiri daripada Hidup Berlutut, Pantang Menjilat Seumur Hidup," tulis Ustad Tengku dengan melampirkan karikatur tersebut.
Benarkah sejumlah kicauan Ustadz Tengku adalah kritik dan bukan ujaran kebencian?

Berikut ini beberapa kicauan Ustadz Tengku dikutip dari Twitternya:

1. Tweet tanggal 20 Oktober 2019 mengomentari pelantikan presiden karena bertepatan dengan Hari Minggu.

"Apakah ada pelantikan Pejabat dilakukan di Hari Libur?
Pelantikan Kepala Sekolah, Kepala Dinas, Kepala Rumah Sakit, Lurah, Camat, Walikota, Bupati, Gubernur, Ketua DPR/MPR dll. Semua Dilantik pd Hari Kerja, selama 74 tahun ini. Wajar jika banyak pihak HERAN. Jangan antikritik."

2. Tweet tanggal 14 Oktober 2019 mengomentari pencopotan TNI karena status istrinya di Facebook.

"Pakai Biaya Negara SALAH IN-PUT, Aman...Pakai Biaya Negara, SALAH TULIS, Juga AMAN... Giliran Ada yang SALAH POSTING Tanpa Biaya Negara, Langsung COPOT Pasangan yang Posting itu. Dia DIPIDANA Lagi... TAPI Itu Kejadian, Nun Jauh di Negeri Seberang Pulau. Oala..."

3. Tweet tanggal  6 Oktober 2019 mengomentari isu adanya buzzer istana.

"Buzzers dikerahkan. Gajinya berapa? Giliran kepentingan rakyat seperti BPJS, Tarif Listrik, Biaya Hidup dll naik terus. Gaji Tidak naik. Mending duit utk Buzzers digunakan buat kepentingan rakyat banyak. Tapi ya Tim Sorak tetap memaki pengusul, dan membela elit. Di negeri mana?"

4. Tweet tanggal 22 April 2019, menyebarkan Hadis Palsu

"Rasul Bersabda:"Siapa yang Bersama dengan Orang Zholim, Dia Membantu Orang Zholim Itu, padahal Dia Tahu bahwa Orang Itu Zholim, maka Orang yang Membantu si Zholim Itu Telah Keluar dari Islam (al hadist). Semoga Kita Diselamatkan Allah dari Manusia2 Zholim dan Tdk Membantunya. Amin."

5 Tweet tanggal 6 Juli 2019 mengomentari impor ikan asin. Tweet Ustadz Tengku langsung disemprot Menteri Susi karena data yang diberikan data lama.

"Dengan Bentang Laut Lebih 99000 Kilometer, dan Menjadi Paling Luas Kedua Setelah Canada. Indonesia Impor Ikan Asin dari Thailand dan Taiwan. Kenapa...? SALAH URUS Kah Negeri Ini...? Ayo TIM SORAK Serbu...! Jangan Diam Saja ya..."

6. Tweet tanggal 21 Mei yang menganggap KPU berbohong karena pengumuman hasil rekapitulasi suara dilakukan sebelum jadwal maksimal 22 Mei 2019.

"Astaghfirullah... KPU Telah BERBOHONG Janji Pengumuman Tanggal 22 Mei 2019 Ternyata Tanggal 21 Sudah Pengumuman dan Dini Hari Pukul 02 Pula... Jika Pemilu Ini Curang, Kutuklah Dunia Akhirat Seluruh Pelakunya dgn Keberkatan Bulan Ramadhan Ini ya Jabbar... Pandanglah Kami ya Allah."

"ya Allah Jika Pemilu 2019 Jujur dan Adil Rahmati Seluruh Para Penyelenggaranya. Dan Jika Pemilu Ini Dirancang Curang, Laknatlah Seluruh Mereka yg Terlibat dan Perlihatkan kepada Kami dan Seluruh Dunia Azab yg Engkau Jatuhkan Itu, Sehingga Kami Melihat Azab Itu dgn Nyata ya Jabbar."

7. Komentar yang diklaim berasal dari RUU PKS. Belakangan ketahuan ternyata tidak ada dalam RUU PKS.

"Pelajar dan mahasiswa dan pemuda yang belum nikah yang ingin melakukan zina maka pemerintah mesti menyediakan alat kontrasepsi bagi mereka. Anak-anak muda yang ingin berzina, pemerintah mesti menyediakan kondomnya agar tidak hamil di luar nikah. Kalau ini disahkan berarti pemerintah telah mengesahkan perzinahan, bahkan menyediakan kondom dan alat kontrasepsi bagi orang-orang yang mau berzina."

"Sialnya nanti mahasiswa yang mau goncengan, berzina, belok ke puskesmas, minta kondom sekotak.  Mau main dulu kami. Kalau gak ngasih susternya bisa dituntut karena melanggar undang-undang."

"Yang membuat saya sedih kok pemerintah tega mengajukan rancangan undang-undang se rusak ini. Kalau nanti anak-anak Indonesia berzina kan yang rugi anak-anak indonesia juga. Betul? kok pemerintah tega."

Demikian beberapa kicauan Ustadz Tengku Dzulkarnain saat menanggapi beberapa isu nasional. [dutaislam.com/pin]



close
Banner iklan disini