Perbedaan Gus Dur dan Gus Mus di Mata Mahfud MD
Cari Berita

Advertisement

Perbedaan Gus Dur dan Gus Mus di Mata Mahfud MD

Duta Islam #03
Kamis, 15 Agustus 2019

Gus Dur dan Gus Mus. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Kiai Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Kiai Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah dua kiai NU yang disegani. Keduanya pun merupakan sahabat dekat. Meskipun begitu, Gus Mus dan Gus Dur memilik perbedaan.

Perbebedaan Gus Dur dan Gus Mus khususnya dalam menyikapi persoalan disampaikan Mantan Ketua MK Mahfud MD.

"Saya sering membandingkan demikian. Gus Mus ini orangnya sangat santun, lembut, nggak pernah marah, selalu tersenyum setiap yang dikatakannya maupun di twitkannya selalu lembut. Diserang sama orang juga rame-rame tenang aja. Sehingga orang merasa bahwa inilah salah satu contoh yang paling menyejukkan. Mudah-mudahan orang seperti itu semakin banyak. Dan banyak orang seperti itu cuma nggak se terkenal Gus Mus," kata Mahfud MD saat memberikan pandangan dalam perayaan Ulang Tahun Gus Mus ke-75 di Komplek Klenteng Agung Sam Poo Kong, Kota Semarang, Rabu (14/08/2019) malam.

Baca: Merasa Aneh Gus Dur Sering ke Israel, Gus Muwafiq Bertanya Ditertawakan Gus Dur

Menurut Mahfud, sikap Gus Mus bagian dari nilai-nilai yang sudah diajarkan di pesantren-pesantren. Di pesantren, kata Mahfud, para santri sudah terbiasa dengan beragam pandangan atau madzhab yang berbeda-beda. Santri sudah terbiasa dengan perbedaan.

"Tapi memang di pesantren-pesantren gaya hidup seperti itu, ketemu banyak madzhab biasa saja, di kritik biasa saja, itulah Gus Mus. Jadi tidak pernah konfrontatif melawan orang yang nyerang, toh akhirnya orang yang menyerang datang minta maaf sendiri. Dibiarin aja oleh Gus Mus," tutur Mahfud MD.

Mahfud mengatakan, Gus Mus berbeda dengan almarhum Gus Dur. Jika Gus Mus lebih cenderung diam, Gus Dur sebaliknya. "Kalau Gus Dur, ada apa-apa lawan," katanya.

Meskipun begitu, bagi Mahfud MD, hal itu tidak masalah dan sama-sama bagus. Sahabat nabi pun, kata Mahfud berbeda-beda. Ada yang lembut ada juga yang melawan musuh hingga takluk.

"(Gus Dur dan Gus Mus, red) Sama bagusnya. Karena kalau kita lihat para sahabat nabi itu ada orang yang lembut sekali seperti Abu Bakar. Tapi ada orang yang kalau ada apa-apa demi menegakkan kebenaran langsung dilawan sampai takluk. Kalau Gus Mus dibiarin aja akhirnya takluk sendiri," papar Mahfud.

"Keduanya sama aja, itu tokoh-tokoh kita. Kita punya tokoh-tokoh yang penting dalam membina hidup bangsa ini bersatu," jelas Mahfud.

Ultah Gus Mus ke-75 di Komplek Klenteng Sam Poo Kong Kota Semarang dihadiri sejumlah tokoh dan seniman nasional. Selain Mahfud MD, hadir juga Menteri Susi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, istri almarhum Gus Dur Sinta Nuriyah Wahid, Prie GS, Sujiwo Tedjo, Butet Kertaradjasa. Selain itu, 30 pelukis juga hadir dan melukis di kanvas dengan berbagai tema. Lukisan itu dipersembahkan untuk Gus Mus. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini