Khilafah Sak Karepku (Narasi Tandingan atas tulisan Felix "Negeri Sak Karepku")
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Khilafah Sak Karepku (Narasi Tandingan atas tulisan Felix "Negeri Sak Karepku")

Duta Islam #03
Sabtu, 12 Oktober 2019
Loading...

Felix dan Bendera Tauhid khas HTI. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Berikut ini redaksi sajikan narasi tandingan atas tulisan Felix berjudul "Negeri Sak Kerapku" yang diposting di Instagramnya 12 September 2019. Narasi tandingan ini berjudul "Khilafah Sak Karepku". Redaksi sertakan juga tulisan Felix.

Tujuan narasi tandingan ini  sebagai peringatan sekaligus contoh bahwa narasi mudah dibuat dan jangan sampai tertipu dengan narasi yang seolah-olah benar padahal cacat secara logika.

Khilafah Sak Karepku

Pertama aku harus jelaskan ke kamu semua, umat-umat yang belum memeluk agama secara kaffah, yang sukanya main akal tak tahu hukum syariah. Bahwa aku adalah khilafah, aku adalah Islam sekaligus kewajiban untuk ditegakkan.

Akulah khilafah, dan Islam adalah aku, dan jika kamu tidak setuju denganku, itu artinya melanggar syariat Islam, dan bila kalian tidak sependapat denganku, kalian bukanlah umat Islam.

Aku dibentuk langsung oleh Rosulullah yang direstui oleh Allah, maka aku punya kebenaran mutlak, termasuk untuk menyadarkankan kalian yang nggak mau sadar diri, merasa benar, dan benci syariat hukum Allah. Karena akulah Islam itu sendiri.

Jangan berani tanya-tanya soal dalil Qur'an, kalian tahu apa tentang Al-Qur'an. Asal kalian tahu saja, yang buat hukum itu Allah dan diturunkan kepada Nabi Muhammad. Kebenaran adalah apa yang aku bawakan, sebab yang kubawa adalah hukum Allah, ikutilah hukum Allah, itulah ketaatan terhadap Islam.

Aku nggak perlu alasan untuk apapun, sebab Islam tak akan maju kalau tak ada aku. Kalau kamu ingin masuk surga, ya kamu harus ikut aku. Kalau kamu tak mau, kamu akan masuk neraka karena mengikuti setan dan benci dengan Islam. Emang kamu siapa?

Kalau aku bilang orang ini liberal, PKI, dzalim, nggak usah tanya. Kalau aku bilang ini tindakan melanggar syariat, jangan bandingkan dengan teroris dan pembunuhan serta perbudakan. Aku nggak suka aja, dan kalau kamu masih nggak mau, akan kuruntukan negara demokrasimu.

Aku sekalu bilang tindakanmu itu nggak ada dalilnya, jauh dari ajaran dan hukum Allah. Dalam sekejap, beberapa orang sudah banyak yang ikut aku. Ada banyak ulama yang mendukungku, ulama yang sebanrnya, ulama Allah, yang sudah keluarkan fatwa untuk kebodohanmu, Allah akan menghukummu, tentara Allah dan kekuasaannya yang akan membuatmu hancur karena kebenaran Islam pasti menang.

Terserah aku kalau aku nggak izinkan mendukung Pancasila dan NKRI. Yang anggak aku suka, sak karepku lah, lagian aku punya dalilnya yang sudah kucomot sana sini. Aku harus berikan dalil agar kamu dapat hidayah, walaupun sebenarnya tidak perlu karena sudah tertutupnya hatimu. Aku bisa suruh ulamaku keluar ayat-ayat kholifah, khilafah, dan masrofah, sebab aku yang tentuin mereka utusanku atau bukan. 

Urusan syariat Islam, aku penegaknya. Terus kalian mau apa? Inget aja, kalau kalian semua melawan, kalian sama dengan melawan syariat Islam. Dasar orang-orang nggak tau diri. Jadi pendakwah itu susah tau nggak. Bantu nggak, protes aja.

Dasar nggak tau diri kamu semua. Asal tau aja, kalian bisa aja kugulingkan sekarang juga dan kubikin lebih sensara di dunia hingga diakhirat. Bersyukurlah kalian semua, karena aku masih baik sama kalian, tidak jadi kuhancurkan negaramu.

Nggak setuju? Ora urus. Sak karepku lah!

Berikut tulisan Felix berjudul Negeri Sak karepku.

Negeri Sak Karepku

Pertama aku harus jelaskan ke kamu semua, rakyat-rakyat tak tahu diri, yang cuma bisa menuntut dan menyusahkan. Bahwa aku adalah negara, aku adalah dasar sekaligus konstitusinya.

Akulah negara, dan negara adalah aku, dan jika kamu rakyat menggangguku, itu artinya mengganggu negara, bila kalian menghinaku itu artinya menghina negara, dan bila kalian tak sependapat denganku, sama seperti kalian berbeda dengan haluan negara

Aku, dipilih sah oleh rakyat, aku diangkat oleh rakyat, maka aku punya kekuasaan mutlak, termasuk untuk mengatur kalian yang selalu banyak protes, merasa kurang, dan banyak mulut. Karena akulah kekuasaan

Jangan berani tanya-tanya soal hukum dan keadilan, kalian tau apa hah! Asal tahu aja, yang buat hukum itu semua kawan-kawanku. Keadilan adalah apa yang aku tetapkan, sebab hukum itu omonganku, ikuti omonganku, itulah ketaatan hukum

Aku nggak perlu alasan untuk apapun, sebab apapun takkan bisa berlangsung kalau tak asa aku. Kalau aku sudah mau, ya sudah. Kalau aku tak mau, urusanmu tak setuju, emang kamu siapa?

Kalau aku bilang ustadz ini radikal, nggak usah tanya. Kalau aku bilang ini tindakan teroris, jangan bandingkan sama makar dan pembantaian di tempat yang jauh. Aku nggak suka aja, dan kalau kamu masih nekad, itulah terorisme sebenarnya

Aku bisa aja bilang tindakanmu itu nggak menyenangkan bagiku, dalam sekejap, ada banyak ulama di istanaku yang akan keluarkan fatwa untuk mulut bodohmu, aparat yang menindakmu, dan buzzer yang membuatmu pasti salah di sosial media

Terserah aku kalau aku nggak izinkan kajian apapun yang nggak aku suka, sak karepku lah, aku nggak perlu penjelasan, aku nggak perlu alasan. Aku bisa suruh rektor manapun korbankan logika akal, sebab aku yang tentuin mereka rektor atau bukan

Urusan keadilan. Aku pegang penegaknya. Terus kalian mau apa? Inget aja, kalau kalian semua melawan, kalian lawan negara. Dasar orang-orang nggak tau diri. Ngurus negara itu susah tau nggak. Bantu nggak, ngeluh aja

Dasar nggak tau diri kamu semua. Asal tau aja, kalian bisa aja lebih sengsara kalau aku mau. Bersyukurlah kalian semua, karena aku masih baik sama kalian

Nggak setuju? Ora urus. Sak karepku lah!

Silahkan boleh disebar atau membuat narasi-rasi serupa ketika Felix mulai berulah dengan narasi yang selalu cacat logika itu. [dutaislam.com/pin]




Loading...