Asbabun Nuzul Surat Al-Isra Ayat 28, Perkataan yang Lugas
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Asbabun Nuzul Surat Al-Isra Ayat 28, Perkataan yang Lugas

Duta Islam #04
Sabtu, 26 Oktober 2019
Loading...

Penjelasan kandungan Surat al-Isra ayat 28 (sumber: istimewa)
Asbabun nuzul Surat al-Isra ayat 28 berkaitan dengan cara menyampaikan suatu gagasan. Asbabun nuzul al-Isra ayat 28 menyinggung tentang bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi.

DutaIslam.Com - Surat al-Isra ayat 28 mendorong umat Islam ketika berkomunikasi atau menyampaikan gagasan dengan bahasa yang lugas dan pantas. Penggunaan bahasa yang lugas dapat menghantarkan pesan-pesan yang disampaikan mudah dipahami.

Ketika seseorang menyampakain gagasan dengan bahasa yang sukar dimengerti, ini akan menghambat orang lain dalam memahami pesan yang dimaksudkan. Pasalnya, kejelasan bahasa menjadi kunci seseorang dalam memahami maksud dari penutur pesan.

Surat al-Isra ayat 28 mengatur bagaimana seseorang berkomunikasi dengan baik. Sehingga, pesan dapat tersampaikan serta mudah dipahami orang lain.

Baca: Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 44, Perilaku Ahli Kitab

Makanya, Islam memerintahkan umatnya agar berkomunikasi dengan mempertimbangkan lawan bicaranya. Jika lawan bicaranya masyarakat awam, maka bahasa yang digunakan adalah bahasa sederhana. Yang terpenting pantas dan lugas.

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُلْ لَهُمْ قَوْلًا مَيْسُورًا

"Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, Maka Katakanlah kepada mereka perkataan yang pantas" (QS. al-Isra: 28).

Asbabun nuzul Surat al-Isra ayat 28 bermula dari sikap Rasululullah yang menolak permintaan orang-orang dari Muzainah. Pada waktu itu, mereka meminta kepada baginda nabi sebuah kendaraan untuk berperang di jalan Allah SWT.

Sa’ad bin Mansur menceritakan riwayat terkait asbabun nuzul Surat al-Isra ayat 28 yang bersumber dari Atha al-Khurasany, di mana itu orang-orang Muzainah meminta kepada Rasulullah SAW supaya diberi kendaraan untuk berperang di jalan Allah SWT.

Kemudian, Rasululullah menjawab aku tidak mendapatkan bagi kendaraan untuk kalian, mereka berpaling dengan air mata berlinang karena sedih dan mengira bahwa Rasulullah Saw marah kepada mereka. Maka, turunlah Surat al-Isra ayat 28 sebagai pentunjuk bagi Rasulullah dalam menolak suatu permohonan. (Syamsul Rijal, Melihat Syariat Islam dari Berbagai Dimentasi).

Baca: Asbabun Nuzul Surat Lukman Ayat 15, Batasan Taat Kepada Orangtua

Menurut Jalailin perkataan yang pantas merupakan perkataan yang lemah lembut, seumpama kamu menjanjikan kepada mereka akan memberi jika rezeki telah datang padamu. Jadi perkataan yang pantas merupakan ucapan terbaik yang harus diucapkan dalam suatu kondisi yang kita sendiri sangat sulit dengan kondisi tersebut.

Istilah qawlan maisura tersebut dalam al-Isra, berasal dari kata yasr, yang artinya mudah. Sebagai bahasa komunikasi, qawlan maisura artinya perkataan yang mudah diterima, dan ringan, yang pantas, yang tidak berliku-liku. Komunikasi dengan qawlan maisura yang artinya pesan yang disampaikan itu sederhana, mudah dimengerti dan dapat dipahami secara spontan tanpa harus berpikir dua kali.

Ayat ini mengajarkan kepada umat Islam agar menolak suatu permintaan dengan perkataan yang pantas dan mudah dimengerti. Dengan demikian, tidak akan terjadi kesalahpahaman dalam menerima pesan yang disampaikan penutur. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini