Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 44, Perilaku Ahli Kitab
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 44, Perilaku Ahli Kitab

Duta Islam #04
Jumat, 25 Oktober 2019
Loading...

Penjelasan kandungan Surat al-Baqarah ayat 44 (sumber: istimewa)
Asbabun nuzul Surat al-Baqarah 44 berkaitan dengan perilaku ahli kitab. Asbabun nuzul Surat al-Baqarah ayat 44 menceritakan tentang ahli kitab yang tidak mematuhi apa yang tertera dalam kitab sucinya.

DutaIslam.Com - Surat al-baqarah ayat 44 memotret sebagian perilaku ahli kitab yang hanya menyuruh orang lain berbuak baik. Akan tetapi, ia sendiri tidak menjalankannya.

Perlaku ahli kitab seperti ini, sebagaimana digambarkan dalam Surat al-aqarah ayat 44, mendapat teguran dari Allah SWT. Mereka dinilai tidak menggunakan pikirannya dengan baik. Sebab, mereka telah melupakan dirinya sendiri dengan tidak mengamalkan apa yang ada di dalam itab sucinya. Padahal, mereka telah membaca isi kitabnya.

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ? أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab (Taurat). Maka tidakkah kamu berpikir.” (QS. al-Baqarah: 44).

Baca: Asbabun Nuzul Surat Lukman Ayat 15, Batasan Taat Kepada Orangtua

Di dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, Imam Ibnu Katsir ketika menafsiri Surat al-Baqarah diawali dengan penjelasan teguran Allah kepada ahli kitab. Allah SWT bertanya, "Apakah pantas wahai ahli kitab, kalian telah memerintahkan kebaikan akan tetapi lupa akan diri sendiri.

Allah SWT menilai ahli kitab tidak menjalankan apa yang terdapat di dalam al-kitab. Mereka telah mengabaiakan perintah Tuhan yang diwahyukan di dalam kitab sucinya. Padahal mereka sering membaca dan paham betul dengan isi kandungan kitab sucinya.

Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan, kata al-birr di dalam Surat al-Baqarah ayat 44 dengan menguti riwayat dari sahabat Ibnu Abbas, ialah mengimani kenabian Nabi Muhammad dan memeluk agama Islam

Dalam hal ini, ahli kitab tidak mau melakukan apa yang ada di dalam kitab sucinya. Karena, al-kitab telah memerintahkan mereka untuk iman kepada Nabi Muhammad SAW dan masuk agama Islam. Akan tetapi, mereka mengabaikan semua itu.

عن ابن عباس في قوله: (أتأمرون الناس بالبر) يقول: أتأمرون الناس بالدخول في دين محمد صلى الله عليه وسلم, وغير ذلك مما أمرتم به من إقام الصلاة، وتنسون أنفسكم 

"Dari Ibnu Abbas dalam mentafsiri firman Allah SWT (أتأمرون الناس بالبر), Apakah Kalian memerintahkan umat manusia untuk masuk agama Muhammad dan segala hal yang kalian diperintah untuk melakukannya seperti shalat dan lainl-lain. Sementara, kalian melupakan diri sendiri" (Tafsir at-Thabari).

Baca: Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 12, Larangan Menggunjing

Dengan demikian, Surat al-Baqarah ayat 44 mengingatkan kepada umat Islam bahwa tidaklah cukup berilmu saja. Melainkan harus mengamalkan apa yang telah dipelajarinya.

Terlebih lagi, ketika bertugas sebagai juru dakwah atau pengajar. Ia dituntut sebagai pioner dalam mengamalkan apa yang disampaikannya. Hal itu agar tidak dikatakan "jarkoni atau lire ngakon tapi gak nglakoni". [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini