10 November Itu Peristiwa Paling Aneh dalam Sejarah
Cari Berita

Advertisement

Loading...

10 November Itu Peristiwa Paling Aneh dalam Sejarah

Duta Islam #02
Selasa, 22 Oktober 2019
Loading...

Pertempuran 10 November di Surabaya. (Foto: Dok Kompas)

DutaIslam.Com - KH Agus Sunyoto menyatakan bahwa peristiwa 10 November merupakan peristiwa paling aneh dalam sejarah. Alasannya, ada pertempuran besar yang terjadi setelah perang dinyatakan selesai.

"Jadi perang dunia itu selesai 15 Agustus. Ketika Jepang menyerah itu perang dunia kedua dinyatakan selesai. Tidak ada lagi perang," kata Kiai Agus dalam acara bedah buku Fatwa dan Resolusi Jihad, di Pondok Lirboyo, Jum'at (03/11/2017).

Ia menjelaskan, pada saat itu, pasukan Inggris ditugasi mengangkuti interniran dan tawanan Jepang.

"Tawanan militer yang diangkuti, tugas utamanya itu. Jangan sampai tawanan-tawanan ini menghadapi amuk massa. Diserang massa, dibunuh semua. Bahaya. Jadi harus diangkuti," ujar Kiai Agus.

Bagaimana bisa terjadi perang besar 10 November, padahal sudah tidak ada perang? Kiai Agus menjelaskan, ternyata sebelum pertempuran 10 November ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 oktober 1945.

Lalu bagaimana bisa terjadi perang 4 hari di Surabaya? Kiai Agus menegaskan, karena sebelum tanggal 26, tanggal 22 Oktober ada Fatwa dan Resolusi Jihad dari PBNU.

"Itu yang menyebabkan Surabaya bergolak. Jadi tentara Inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang. Akan bertempur dengan penduduk Surabaya. Tidak pernah mikir mereka. Perang selesai kok," ujarnya.

Tapi, lanjut Kiai Agus, karena masyarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, siap nyerang Inggris, yang waktu itu mendarat di Surabaya.

"Ini sejarah yang selama ini ditutupi," tandasnya.

Menurut Kiai Agus, justru karena dengan sejarah yang ditutupi, tidak mengakui Fatwa dan Resolusi Jihad dan tidak mengakui ada perang 4 hari di Surabaya, orang yang membaca sekilas peristiwa 10 November akan menganggap tentara Inggris tidak waras.

"Ngapain ngebom Kota Surabaya tanpa sebab? Untuk apa? Tapi kalau melihat rangkaian ini baru masuk akal. Oh ya marah mereka karena jendralnya terbunuh, pasukanya dibunuh bonek-bonek Surabaya," ucapnya. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini