Tafsir Surat Al-Hajj Ayat 32, Mengagungkan Syiar Allah
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Tafsir Surat Al-Hajj Ayat 32, Mengagungkan Syiar Allah

Duta Islam #04
Selasa, 03 September 2019
Loading...

Penjelasan kandungan Surat al-Hajj ayat 32 (sumber: istimewa)
Surat al-Hajj ayat 32 berkaitan erat dengan ayat-ayat sebelumnya. Pada ayat-ayat sebelumnya, Surat al-Hajj membincang tantang perilaku orang musyrik dan seruan Nabi Ibrahim untuk pergi haji.

DutaIslam.Com - Surat al-Hajj ayat 32 ini menjelaskan tentang mengagungkan syiar Islam. Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya untuk mengenalkan syiar Islam ke khalayak umum.

KH. Musthofa Aqiel dalam ceramahnya menjelaskan, salah satu bentuk mensyiarkan Islam adalah menghidupkan malam 1 Muharram. Satu Muharram dikenal sebagai penanda bergantinya tahun dalam penanggalan hijriyah.

Penanggalan tahun hijriyan, kata Kiai Musthofa, dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Untuk mengenang peristiwa besar tersebut, Khalifah Umar menandai moment itu sebagai permulaan tahun dalam penanggalan Islam.

Baca: Tafsir Surat Thaha Ayat 44, Etika Kritik Sosial

Menurut Rais Syuriah PBNU ini, sikap mengangungkan syiar Islam sebagaimana dinyatakan Surat al-Hajj ayat 32 adalah cerminaan dari ketakwaan hati.

 ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

"Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati" (QS. al-Hajj: 32).

Di dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, makna dari syiar Allah adalah perintah-perintahNya. Artinya orang-orang yang mau mengagungkan perintah Allah, maka hal itu timbul dari ketakwaan hatinya.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan merawat serta meruwat binatang yang hendak dijadikan qurban termasuk mengagungkan syiar Allah. Dalam hal ini, menjaga kesehatan serta memberi makan secara rutin agar gemuk itu bagian dari meruwat hewan sesembelihan.

وقال ابن أبي حاتم : حدثنا أبو سعيد الأشج ، حدثنا حفص بن غياث ، عن ابن أبي ليلى ، عن ابن أبي نجيح ، عن مجاهد ، عن ابن عباس : ( ذلك ومن يعظم شعائر الله )قال : الاستسمان والاستحسان والاستعظام

"Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas tentang maksud dari ayat "dzaalika wa man yu'adzim sya’aarillaah, ia berkata: menggemukkan, memperindah dan memperbesar" (Tafsir Ibnu Katsir, hal.336).

Riwayat di atas senada dengan Imam Thabari. Di dalam kitab tafsirnya dijelaskan, bahwa termasuk ke dalam kategori mengagungkan syiar Allah adalah merawat dan menggemukan hewan kurban serta menjalankan ibadah haji sesuai dengan perintah Allah SWT.

Baca: Tafsir Surat Al-Hujurat Ayat 12, Tiga Perilaku Tercela

Imam Thabari menyatakan bahwa orang yang mau mengangungkan serta menghidupkan syiar Allah SWT adalah bentuk ketakwaan kepada Tuhan. Karena, tidaklah rela meluangkan waktunya untuk mengagungkan syiar Islam kecuali timbul dari ketakwaan.

Oleh karena itu, Surat al-Hajj ayat 32 ini secara implisit menegaskan bahwa kurban sebagai bagian dari syariat Islam sudah seharusnya dengan menyembelih hewan-hewan yang sehat dan kualitas terbaik. Maka, menggemukan, memperbesar dan menjaga fisik hewan kurban merupakan hal yang harus dilakukan pula.

Sebab, dengan kualitas hewan kurban yang baik menandakan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya dalam mensyiarkan syariat Islam harus bersungguh-sungguh. Dengan demikian, orang yang belum memeluk agama Islam menjadi tahu dan tertarik untuk masuk agama Islam. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini