Gus Ulil Beri Tanggapan Keras Isu Tren Hijrah yang Menolak Bayar Hutang di Bank
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Gus Ulil Beri Tanggapan Keras Isu Tren Hijrah yang Menolak Bayar Hutang di Bank

Duta Islam #03
Selasa, 27 Agustus 2019
Loading...

Ulil Absor Abdalla. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) yang juga menantu Gus Mus Ulil Absor Abdalla (Gus Ulil) mengaku sedih setelah mendengar isu terkait orang-orang yang terperangaruh trend hijrah tapi kemudian menolak membayar hutang di bank. Dalam konteks ini, menurut Gus Ulil, agama bagi mereka sudah mejadi racun yang mematikan akal sehat. 

"Baca percakapan di mesdsos soal orang-orang yang terpengaruh trend hijrah dan kemudian menolak bayar hutang yang sudah dia ambil dari bank konvensional, sedih sekali. Dalam konteks seperti ini, agama sudah jadi "racun" yang mematikan akal sehat. Bukan begini ajaran Islam itu," kata Gus Ulil di Twitter, Selasa (27/08/2019).

Yang lebih memprihatinkan, lanjut Gus Ulil, ada yang kemudian menyamakan transaksi dengan bank dengan zina. Menurut Gus Ulil, ajaran tersebut jelas pembodohan. Karena dalam ajaran Islam tidak dikenal istilah riba disamakan dengan zina.

"Ada yang menyamakan tindakan bertransaksi dengan bank yang memakai bunga itu dengan zina. Ini jelas pembodohan. Tak ada dalam ajaran Islam yang menyamakan riba dengan zina. Hadis-hadis yang berisi analogi seperti itu, semunya lemah dan ditolak oleh ahli hadis," papar Gus Ulil.

Gus Ulil lantas mempertanyakan anggapan tersebut dengan dua penegasan. Pertama, keharaman zina dari dulu sampai sekarag tidak diperselisihkan di antara ulama.

"Beda dengan bunga bank. Ulama masih beda pendapat, apakah bunga bank masuk kategori riba atau tidak," jelas Gus Ulil.

Kedua, zina adalah tindakan yang dikenai hadd atau hukuman yang jelas dalam Quran. Sementara riba tak ada hukuman duniawi bagi pelaku riba.

"Riba lho ya, bukan bunga bank! Hukuman pelaku riba hanya hukuman ukhrawi. Jadi menyamakan riba dengan zina, keliru besar!," katanya.

Gus Ulil mengkritik trend hijrah yang menurutnya hanya menjadikan orang kehilangan akal sehat. Baginya gerakan tersebut justru membawa madarat daripada manfaat. Gus Ulil meminta masyarakat agar tidak terpengaruh dengan gerakan hijrah tersebut.

"Jika trend hijrah hanya menjadikan seseorang kehilangan akal sehat dalam memahami agama, ini bukan sesuatu yang membawa manfaat. Malah mudarat. Anda harus menasehati saudara-saudara atau teman-teman anda yang "kepincut" dengan gerakan ini, supaya hati-hari," ucap Gus Ulil yang dirangkum dalam bebera kicauan di Twitter. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini