Beredar Kesaksian Korban Hijrah Diajarkan 'Membelot' dari Bank Meski Punya Hutang
Cari Berita

Advertisement

Beredar Kesaksian Korban Hijrah Diajarkan 'Membelot' dari Bank Meski Punya Hutang

Duta Islam #03
Selasa, 27 Agustus 2019

Kesaksian lelaki yang pernah hampir membelot dari bank setelah mengikuti seminar hijrah. Foto: dutaislam.com. 
DutaIslam.Com - Sebuah video kesaksian seorang yang pernah mengikuti seminar kelompok hijrah tentang anti-riba beredar di media sosial. Lelaki itu mengaku dalam seminar tersebut diminta agar menolak berhubungan dengan bank bahkan sekalipun masih punya tanggungan kredit.

Video tersebut dibagikan di Twitter salah satunya oleh akun bernama Pemuda Idaman di @Amal-Alghozali, Senin (26/08/2019). Pada kicauan sebelumnya, Alghozali mengaku sudah ada dua temannya yang menjadi korban kampanye hijrah datang ke kantornya dan bercerita tentang pengalamannya yang diminta menolak bank.

"Saya sedang kesal. Dua orang teman saya jadi korban kampanye hijrah-hijrahan yang ngawur. Mereka curhat, bisnisnya sedang kacau. Kredit bank ya call 4. Gak mampu meneruskan pekerjaan karena gak punya modal lagi. Bank gak mau lagi kasih modal karena cicilan kreditnya gak dibayar," tulis Alghozali, Sabtu (24/08/2019).

Alghozali kemudian membagikan tiga potongan video rekaman video pengakuan temannya tersebut.

"Hehehe ini datang ke kantorku salah satu korban kampanye hijrah-hijrahan konyol seperti yang saya twit kemarin. Ini orang yang berbeda. Dengerin pengalamannya(1)."
Dalam rekaman video berdurasi 2.20 menit tersebut, lekaki berbaju batik itu mengaku bahwa di seminar kelompok hijrah diminta untuk menghindari berhubungan dengan bank. Baik bank syariah maupun konvensional dengan alasan riba.

"Jadi waktu itu kita memang banyak ikut seminar-seminar. Jadi di seminar itu bank adalah momok yang harus dihindari, jadi kita diberi arahan, apa namanya, kan tanpa riba ya, jadi dianggapnya itu, semua yang berbau bank, apapun syariah, apapun konvensional, asuransi, pajak, haram riba, gitu lo," katanya.

Berapa kali ikut?

"Jadi saya banyak ikut, pola pertolongan Allah ada, terus masyarakat tanpa riba ada, terus ada ekspengger lebih para lagi itu, pokoknya yang berbau bank, mau syariah, mau mualalah, mau apapun, pokoknya riba," katanya lagi.

Di seminar itu, menurutu lelaki tersebut, peserta memang diajak untuk tidak lagi berhubungan dengan bank. Anehnya, hal itu dilakukan meskipun masih dalam keadaan punya hutang atau kredit di bank. Dengan begitu, bank akan memblack list orang tersebut dan yang bersangkutan secara otomatis tidak bisa lagi berhubungan dengan bank.

"Kita sengaja dibikin jelek supaya tidak berhubungan dengan bank. Jadi dengan bank itu karena masih ada bunganya, dianggap itulah ribanya, jadi kita diminta ke bank supaya tidak bayar bunga dan ongkos-ongkosnya. Sehingga supaya kita tidak riba maka tidak usah berhubungan ke bank, supaya terjadi konisten, supaya saya ini diblack list oleh bank. Jadi supaya tidak hutang lagi ke bank," paparnya.

Simak juga video 2
Simak video 3
Lelaki tersebut juga mengaku sempat menyurati bank untuk tidak mau bayar cicilan. Namun dia cepat sadar setelah membaca referensi lain dan bertanya kepada ustadz lain. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini