Prabowo Dianggap Tak Punya Adab, Politisasi Agama PA 212 Nyata Terungkap
Cari Berita

Advertisement

Prabowo Dianggap Tak Punya Adab, Politisasi Agama PA 212 Nyata Terungkap

Duta Islam #03
Senin, 15 Juli 2019

Kadiv Hukum PA 212 Damai Hari Lubis. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) mengkritik keras Prabowo Subiyanto yang memutuskan bertemu Jokowi di Stasiun MRT Lebak Bulus, Sabtu (13/07/2019). Kadiv Hukum PA 212 Damai Hari Lubis menganggap Prabowo tak punya adab.

Damai bahkan menyebut Prabowo memang dari awal kurang beradab. Yakni saat Prabowo tidak mengikuti putusan Ijtima Ulama I dan Ijtima Ulama II. Saat itu, Ijtima Ulama yang merekomendasikan calon wakil presiden, ternyata ditolak oleh Prabowo. Prabowo lebih memilih Sandiaga Uno untuk menjadi wakilnya pada Pilpres 2019.

"Ijtimak Ulama kedua intinya adalah untuk mengajarkan PS bagaimana cara beradab terhadap ulama dengan memilih cawapresnya, Sandi, tanpa melalui konsultasi kepada para ulama pendukungnya. Nyatanya pada akhirnya PS lagi-lagi membuat putusan yang tanpa konsultasi atau tabayun mengambil keputusan," ujar Damai dikutip dari Detik.com.

Kritik keras PA 212 ini bertolak belakang dengan pernyataan saat Prabowo masih dalam proses rangkaian Pilpres 2019. Saat itu Prabowo dianggap sebagai satu-satunya calon presiden pilihan ulama. Masyarakat lalu didorong untuk mendukungnya jika ingin Indonesia lebih baik. Tak hanya itu, Sandiaga Uno yang berlatar belakang pengusaha pun tiba-tiba diangkat menjadi santri post-modern.

Kini pujian tersebut tidak ada artinya. Sebaliknya Prabowo dicela dan dianggap tidak punya adab karena tidak mengikuti kemauan PA 212. Bahkan Prabowo dianggap memang tak punya adab sejak awal, sejak tidak mengikuti putusan Ijtima Ulama I dan II.

PA 212 secara tidak langsung telah membeberakan kebohongannya sendiri bahwa sebenarnya memang sejak awal tidak 'sreg' dengan Prabowo. Namun, karena sudah telanjur dan tidak ada pilihan lain, PA 212 tetap memberikan dukungan meski terpaksa.

Politisasi agama dengan mengangkat isu 'Prabowo Calon Presiden Pilihan Ulama' dan 'Sandiaga Uno santri Post-Modern' pun dihembuskan untuk kepentingan kekuasaan dan mendulang suara. Setelah kini nasehat mereka tak dianggap oleh Prabowo, mereka kecewa berat dan bicara seenaknya. Pertanyaan sekarang, kalau mereka mengaku ulama, ulama jenis apakah mereka?[dutaislam.com/pin]


close
Banner iklan disini