Mengapa Santri Mencium Tangan Kiai atau Ulama, Apa Hukumnya?
Cari Berita

Advertisement

Mengapa Santri Mencium Tangan Kiai atau Ulama, Apa Hukumnya?

Duta Islam #07
Jumat, 28 Juni 2019

hukum cium tangan menurut islam
Hukum cium tangan menurut islam. Foto: istimewa

DutaIslam.Com - Mencium tangan para kyai atau ulama merupakan perbuatan yang dianjurkan agama terutama Islam. Karena perbuatan itu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada beliau yang kita teladani dari ilmu dan ke aliman nya. Dalam sebuah hadits dijelaskan:

ﻋَﻦْ ﺯَﺍﺭِﻉٍ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲْ ﻭَﻓْﺪِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟْﻘَﻴْﺲِ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﻤَّﺎ ﻗَﺪِﻣْﻨَﺎ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳْﻨَﺔَ ﻓَﺠَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻧَﺘَﺒَﺎﺩَﺭُ ﻣِﻦْ ﺭَﻭَﺍﺣِﻠِﻨَﺎ ﻓَﻨُﻘَﺒِّﻞُ ﻳَﺪَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﺭِﺟْﻠَﻪُ – ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺃﺑُﻮْ ﺩَﺍﻭُﺩ

Artinya:
Dari Zari’ ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan kita, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi SAW (H.R. Abu Dawud).

Baca: Adab (Cium Tangan) Tidak Dipelajari dari Buku Tapi dengan Berguru

ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﺟَﺪْﻋَﺎﻥْ , ﻗﺎﻝَ ﻻَﻧَﺲْ : ﺍَﻣَﺴَﺴْﺖَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺑِﻴَﺪِﻙَ ﻗﺎﻝَ : ﻧَﻌَﻢْ , ﻓﻘﺒَﻠﻬَﺎ

Artinya:
Dari Ibnu Jad’an ia berkata kepada Anas bin Malik, apakah engkau pernah memegang Nabi dengan tanganmu ini ?. Sahabat Anas berkata : ya, lalu Ibnu Jad’an mencium tangan Anas tersebut. (H.R. Bukhari dan Ahmad)

ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑﺮْ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﺍَﻥَّ ﻋُﻤَﺮَ ﻗﺒَّﻞ ﻳَﺪَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲْ .

Artinya:
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Umar mencium tangan Nabi. (H.R. Ibnu al-Muqarri).

ﻋَﻦْ ﺍَﺑﻲْ ﻣَﺎﻟِﻚْ ﺍﻻﺷﺠَﻌِﻲْ ﻗﺎﻝَ : ﻗﻠْﺖَ ﻻِﺑْﻦِ ﺍَﺑِﻲْ ﺍَﻭْﻓﻰ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪ: ﻧَﺎﻭِﻟْﻨِﻲ ﻳَﺪَﻙَ ﺍﻟﺘِﻲ ﺑَﺎﻳَﻌْﺖَ ﺑِﻬَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪ ﺻَﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠﻴْﻪ ﻭَﺳَﻠﻢْ، ﻓﻨَﺎﻭَﻟَﻨِﻴْﻬَﺎ، ﻓﻘﺒَﻠﺘُﻬَﺎ .

Artinya:
Dari Abi Malik al-Asyja’i berkata : saya berkata kepada Ibnu Abi Aufa radhiyallahu ‘anhu “ulurkan tanganmu yang pernah engkau membai’at Rasul dengannya, maka ia mengulurkannya dan aku kemudian menciumnya.(H.R.Ibnu al-Muqarri).

ﻋَﻦْ ﺻُﻬَﻴْﺐٍ ﻗﺎﻝَ : ﺭَﺃﻳْﺖُ ﻋَﻠِﻴًّﺎ ﻳُﻘﺒّﻞ ﻳَﺪَ ﺍﻟﻌَﺒَّﺎﺱْ ﻭَﺭِﺟْﻠَﻴْﻪِ .

Artinya:
Dari Shuhaib ia berkata : saya melihat sahabat Ali mencium tangan sahabat Abbas dan kakinya. (H.R. Bukhari)

Hukum Cium Tangan Menurut Islam


Atas dasar hadits-hadits tersebut di atas para ulama menetapkan hukum sunah mencium tangan, ulama, guru, orang shaleh serta orang-orang yang kita hormati karena agamanya atau perilakunya.

Berikut ini adalah pendapat ulama :

1. Ibnu Hajar Al-Asqalani Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani telah menyitir pendapat Imam Nawawi sebagai berikut:

ﻗﺎﻝَ ﺍﻻِﻣَﺎﻡْ ﺍﻟﻨَّﻮَﺍﻭِﻱْ : ﺗﻘﺒِﻴْﻞُ ﻳَﺪِ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﻟﺰُﻫْﺪِﻩِ ﻭَﺻَﻼَﺣِﻪِ ﻭَﻋِﻠْﻤِﻪِ ﺍَﻭْ ﺷﺮَﻓِﻪِ ﺍَﻭْ ﻧَﺤْﻮِ ﺫﺍﻟِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍْﻻُﻣُﻮْﺭِ ﺍﻟﺪِّﻳْﻨِﻴَّﺔِ ﻻَ ﻳُﻜْﺮَﻩُ ﺑَﻞ ﻳُﺴْﺘَﺤَﺐُّ .

Artinya:
Imam Nawawi berkata : mencium tangan seseorang karena zuhudnya, kebaikannya, ilmunya, atau karena kedudukannya dalam agama adalah perbuatan yang tidak dimakruhkan, bahkan hal yang demikian itu disunahkan. Pendapat ini juga didukung oleh Imam al-Bajuri dalam kitab “Hasyiah”, juz,2, halaman.116.

2. Imam Al-Zaila’i. Beliau berkata :

ﻳَﺠُﻮْﺯُﺗﻘﺒِيْﻝُ ﻳَﺪِ ﺍْﻟﻌَﺎﻟِﻢِ ﺍَﻭِ ﺍْﻟﻤُﺘَﻮَﺭِّﻉِ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺍﻟﺘﺒَﺮُﻙِ ...

Artinya;
(dibolehkan) mencium tangan seorang ulama dan orang yang wira’i karena mengharap barakahnya.

Baca: Indahnya Adab Kiai Maimoen Zubair Ketika Mencium Tangan Habib Yusri Mesir

Maka dari itu hadist di atas sudah jelas, bagaimana hukum mencium tangan seorang yang kita hormati dari ilmu dan perilaku dan agamanya, tidak perlu di debatkan apa yang semestiya kita lakukan. dan hukumnya adalah sunnah. [dutaislam/ka]

close
Banner iklan disini