Ketika PWNU DKI Tolak Keras Felix karena Eks HTI, Anis Masih Yakin Felix Tak Salahi Aturan Agama
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Ketika PWNU DKI Tolak Keras Felix karena Eks HTI, Anis Masih Yakin Felix Tak Salahi Aturan Agama

Duta Islam #03
Jumat, 28 Juni 2019
Loading...

Felix Siauw berceramah di Balai Kota DKI. Foto: CNNIndonesia.com.
DutaIslam.Com - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah resmi dibubarkan pemerintah, tapi tokohnya justru diberi panggung untuk berceramah. Panggung untuk Felix Siaw dalam acara kuliah tujuh menit bakda zuhur di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/06/2019) jelas menuai kontroversi.

Padahal, sampai sekarang, Felix belum pernah mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebaliknya, Felix masih percaya dan berupaya menegakkan khilafah yang diyakininya sebagai sistem paling baik dan harus ditegakkan oleh umat Islam.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menolak Felix Siauw yang diundang menjadi penceramah di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta. PWNU tidak mempermasalahkan ceramah Felix. Yang dipermasalahkan adalah Felix sendiri yang sampai sekarang masih terus mengkampanyekan khilafah.

PWNU menilai, Felix merupakan sosok pemecah belah persatuan karena ceramahnya selalu tentang khilafah yang bertentangan dengan nilai-nilai pancasila.

"Kita menentang acara pengajian ini karena yang mengisi acara adalah Felix Siauw. Jadi, bukan menentang pengajiannya," ujar Sekretaris PWNU DKI Jakarta Husny Amir Mobarok, Rabu (26/06/2019) dikutip dari CNNIndonesia.com.

Husny mengatakan, Felix bukan ustadz. Karena ustadz membuat tenang umat. Berbeda dengan Felix. "Ia adalah kader HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang justru sebagai pemecah belah persatuan umat sebab pengajiannya selalu tentang khilafah yaitu sebuah ide atau sistem yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai pancasila," ujar Husny.

Husny menuturkan NU bersama dengan Muhammadiyah maupun ormas islam lainnya telah sepakat bahwa Pancasila merupakan solusi terakhir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, pengajian dengan penceramah Felix tersebut sangat meresahkan umat islam terutama kaum Nahdliyin Jakarta.

"Kami khawatir, Felix atau siapapun yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya acara, sengaja memancing emosi pihak lain terutama NU," pungkasnya.

Husni pun meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegur keras Kepala Sekretariat Dewan Pengurus Korpri Amiruddin sebagai penanggung jawab acara. Bahkan, dia menuntut agar Amiruddin dicopot dari jabatannya.

"Sebab, kemarin ia telah menyampaikan bahwa acara ini telah dibatalkan, namun pada kenyataannya tetap berlangsung. Ganti saja dengan yang lain, masih banyak pejabat atau PNS di Pemprov (DKI Jakarta) yang pro-NKRI," tegasnya masih dikutip dari CNNIndonesia.com.

Namun, sebagai bagian dari jajaran pemerintah yang membubarkan Ormas HTI Felix, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan justru memberikan penilaian positif bagi kehadiran Felix. Menurut Anis, ceramah Felix tak menyalahi aturan yang ditentukan di dalam agama Islam.

Lagi pula, kata Anies, tausiah Felix digelar secara terbuka. Sehingga seluruh pihak bisa mendengar dan melihatnya. Anis menganggapnya wajar dan meminta agar menghargai undangan yang melibatkan Felix.

"Tapi intinya begini, kalau Pemprov undang, hargai undangan itu. Hargai saja kemudian, toh forum terbuka. Semua bisa dengarkan, menyaksikan. Dan hari ini orang bisa bicara di mana saja, Masuk youtube, bisa didengar. Ini bagian dari sesuatu yang normal," kata Anies saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (26/06/2019) dikutip dari Okezone.com. [dutaislam.com/pin]

Loading...