Anggap Benalu, Sri Mulyani Tidak Akan Memaafkan ASN Anti Toleransi
Cari Berita

Advertisement

Anggap Benalu, Sri Mulyani Tidak Akan Memaafkan ASN Anti Toleransi

Duta Islam #01
Senin, 17 Juni 2019

Sri Mulyani tidak akan memaafkan ASN atau PNS yang terlibat mengikuti paham anti toleransi dan suka mengaggap orang lain kafir, di luar golongannya dianggap salah dan tidak akan masuk surga. (Foto: JokowiApp)

Dutaislam.com - Halal bihalal artinya bermaaf-maafan, saling memberi maaf dan ampunan pasca sebulan berpuasa dan Idul Fitri. Tapi, beda bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Saat memberi arahan kepada pejabat eselon 2 dan eselon 3 di Kementerian Keuangan, Sri Mulyani tegas terhadap bawahannya yang ikut menyuarakan kebencian.

Sri Mulyani menegaskan, tak ada maaf bagi anak buahnya di jajaran Kementerian Keuangan yang bersifat eksklusif dan anti toleransi.

Baca: Tanda Bahaya Bila TNI Sudah Terpapar Ikut Barisan Shalat ala Wahabi

“Saya tidak akan memaafkan pada jajaran eselon mana saja mereka yang mau melakukan pola kepemimpinan yang eksklusif yang hanya mementingkan dirinya, kelompoknya atau bahkan menjadi penyuara kebencian terhadap mereka yang berbeda dengan kita,” tegas menteri keuangan terbaik dunia itu.

Akademisi Universitas Indonesia itu menegaskan, “Itu tidak bisa dimaafkan dan tidak seharusnya ada di Kementerian Keuangan.”

Menurut Sri Mulyani, Kementerian Keuangan adalah sebagian kecil dari institusi yang memiliki kemewahan adanya instansi vertikal."

“Kalau di institusi ini ada pimpinan di level mana pun atau bahkan bukan pimpinan, tapi staf jajaran yang anda merasa atau Anda memiliki kepercayaan bahwa Anda ingin menjadi eksklusif, maka Anda salah tempat,” kata eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Baca: [Ngakak] Baequni: Habib Rizieq Salah Satu 7 Ulama yang Akan Membaiat Imam Mahdi

Sri Mulyani benar-benar tidak main-main.

“Karena Anda tidak hanya akan menjadi benalu tapi menjadi racun bagi institusi dan bagi negara. Karena institusi ini memiliki tugas untuk menjahit persatuan, menjaga persatuan,” tekannya.

Ditegaskannya, para Aparatur Sipil Negara (ASN) seharusnya mewakili ideologi negara dan tidak malah menyuarakan kebencian dan intoleransi, mestinya harus cepat disingkirkan. [dutaislam.com/ab]

Sumber: Jokowi App

close
Banner iklan disini