Niat Buruk Dibalik Daster Ustadz Politik yang Hasud Makar
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Niat Buruk Dibalik Daster Ustadz Politik yang Hasud Makar

Duta Islam #01
Jumat, 10 Mei 2019
Loading...

ustadz yusuf manshur vs adi hidayat

Oleh Alawi Nurul Alam

Dutaislam.com - Perhatikanlah, ketika Ustadz Yusuf Mansur (UYM) masih cukup dekat dengan Aa Gym, lama-kelamaan beliau berusaha menjauh karena ada bau dan pemandangan yang tidak sedap dalam gerakan politik yang diusungnya.

Ada aroma HTI dan dakwah PKS yang sangat kental yang diwarnai serta dimotori oleh Bachtiar Nasir (BN) di dalamnya. Hal ini dikuatkan dengan rekrutmen dua mubaligh muda baru yaitu: UAS dan UAH, untuk menggantikan posisi UYM yang terlalu cerdas untuk tidak terlibat dan terjebak di dalamnya.

Kami sudah tahu banyak tentang pergerakanmu, siapa saja yang jadi backingmu, pengusaha mana saja yang jadi donaturmu. Sewaktu videomu viral ketika mengajak simpatisan HTI dan aktivis PKS disebuah mesjid untuk "revolusi dan khilafah", orang-orang dungu terperanjat merasa ditipu dan dibodohi.

Baca: Agenda Tersembunyi Annas: Adudomba Anti Syiah

Teriakan dikit-dikit kriminalisasi ulama merupakan jargon penipuan dan pelabelan bahwa Anda dan gerbong Anda adalah ulama. Ini seperti maling ngaku maling.

Hadapi saja panggilan dari kepolisian dengan jiwa jantan. Jangan kalah dengan Ahok yang diserang dari segala penjuru sampai ada yang teriak "Bunuh Ahok, Gantung Ahok", toh Ahok dengan tenangnya bisa mengikuti mekanisme hukum dan menjalani takdirnya.

Jadi, untuk apa para pejuang Islam harus takut dan sembunyi dalam "daster-daster" penuh keramat?  Apakah setiap ada habaib/ulama yang tersandung masalah hukum harus dikatakan kriminalisasi ulama? Bukankah cara berpikir ini adalah bentuk kriminalisasi atas akal sehat?

Baca: Dalam Manuskrip Ramalan Perang Ini, Nabi Sudah Tahu Nama Hitler, Rusia, Amerika, dll

Tidak perlu menghasud masyarakat dengan mengatakan "rezim otoriterisme yang menggunakan segala cara untuk membungkam lawan politiknya untuk melanggengkan kekuasaan". Apa tidak terbalik?

Yang otoriter dan selalu menggunakan segala cara untuk membungkam lawan politiknya itu siapa? Yang jor-joran ingin menguasai Indonesia dengan paham radikalisme yang bertentangan dengan ideologi Pancasila itu siapa? Masih mau membelokkan arah ini ke mobil Esemka dan kebijakan Cina?

Nabi Muhammad Saw. telah berpesan kepada umatnya, bahwa akan terlahir dari umatnya sebuah partai/kelompok yang tatacara ibadahnya kasar dan keras hatinya. Mereka mengajak kepada Allah Swt., tapi sesungguhnya mereka tidak mengajak ke arah-Nya sedikit pun.

Mereka telah keluar dari agama Islam walaupun mereka shalat dan berpuasa. Puluhan ribu sahabat mengimani hadits tersebut. Lalu alasan syar'i apa yang membuat kita harus menolaknya?

Nabi Muhammad Saw. juga telah memperingatkan umatnya akan selalu hadirnya para penjual agama, orang yang mabok agama, dan para politisi yang mempolitisir agama, orang-orang yang berprestasi bisa dihancurkan keutamaannya oleh sebuah gerakan dakwah politik kotor dan menyesatkan dengan membuat sebuah industri besar yang bernama "Pabrik Hoax".

Baca: Isyarat Nabi Soal Kelompok Doyan Dagang Agama Demi Syahwat Kekuasaan

Lihat kembali sejarah Islam, bagaimana Yazid bin Muawiyah menghancurkan nama baik serta keutamaan yang dimiliki Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan ahlulbait selama puluhan tahun dengan panah-panah dusta yang dinamakan hoax.

Lihat pula siapa garda terdepan dalam grand opening acara besar tersebut. Mereka adalah para penghapal Al-Quran, penghapal hadits, para kiai, para ulama, para habaib, para politisi, ditambah beberapa komunitas selebriti.

Begitulah, sejarah senantiasa terulang dengan pelaku yang berbeda. [dutaislam.com/ab]

Alawi Nurul Alam, Ketum LANTERA Indonesia

close
Banner iklan disini