Habib Husein, Ayah Habib Rizieq yang Pernah Divonis Mati Belanda
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Habib Husein, Ayah Habib Rizieq yang Pernah Divonis Mati Belanda

Duta Islam #01
Jumat, 10 Mei 2019
Loading...

Foto Habib Husein (kanan) ayahanda Habib Rizieq. 
Dutaislam.com - Foto di atas (kanan) adalah salah seorang anak bangsa yang juga pejuang kemerdekaan berdarah Arab dari keturunan Bani Alawy (Alawiyyin).

Beliau bernama Habib Husein bin Muhammad bib Husein bin Abdullah bin Hussein bin Muhammad bin Syaikh bin Muhammad Syihab.

Beliau adalah seorang pendiri gerakan Pandu Arab Indonesia yang didirikan bersama teman-temannya pada tahun 1937.

Al Habib Hussein Syihab merupakan seorang Betawi keturunan Hadhrami. Ayahnya bernama Muhammad bin Hussein Syihab, sedangkan ibunya merupakan sepupu dari pendekar Betawi, Si Pitung.

Baca: Rahasia Doa Habib Sholeh Mudah Diterima dan Kisah Pertemuannya dengan Nabi Khidir

Asal usul pernikahan orangtua Habib Husein Syihab bermula ketika sebuah delman yang bertrayek dari Tanah Abang ke Kebayoran Lama milik Habib Muhammad Syihab diganggu oleh preman yang mengaku anak buah Si Pitung.

Habib Muhammad Syihab (yang merupakan pemilik ratusan delman dan istal kuda di depan Rumah Sakit Pelni) langsung menemui Si Pitung yang merasa tidak senang namanya dicatut.

Rupanya pertemuan itu malah membuat dua tokoh Betawi tersebut menjadi akrab. Akhirnya, Muhammad Syihab dinikahkan dengan keponakan Pitung dari Kebon Nanas, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Menurut sejumlah teman almarhum Husein Syihab, pemimpin Pandu Arab ini pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) di masa kembalinya Belanda setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca: Bukan Habib Tapi Dipopulerkan Sebagai Habib oleh Habib Luthfi. Ini Alasannya!

Habib Husein yang ketika itu masih berusia 20 tahunan ikut bekerja di bagian logistik. Di sinilah ia mempunyai hubungan dengan para pejuang kemerdekaan.

Habib Husein banyak memberikan makanan dan pakaian serta obat-obatan untuk para pejuang yang ketika itu bergerilya di Jakarta dan sekitarnya.

Rupanya pihak NICA (tentara Belanda) mengendus tingkah laku yang dianggap menggangu itu itu, setelah ada seorang kawan Habib Husein sendiri yang tega mengkhianati dan melaporkannya kepada tentara NICA.

Tanpa ampun lagi, Habib Husein Syihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat lalu diseret dengan kendaraan Jip milik Belanda.

Beliau dipenjara oleh tentara NICA hingga divonis hukuman mati. Tapi, berkat bantuan Allah Swt., Habib Husein berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kalimalang.

Baca: Soal Habib Provokatif, Alwi Shihab: Banyak Diantara Habib-Habib yang Tidak Menyontoh Panutannya

Walau bagian tubuhnya terluka tembakan, namun Habib Husein selamat setelah sebelumnya mendapat pertolongan dari KH. Nur Ali, pejuang dari wilayah Bekasi yang sangat ditakuti NICA waktu itu.

Mungkin dari kita banyak yang tidak tahu bahwa beliau ini merupakan Abah atau Ayah kandung dari Habib Muhammad Rizieq Syihab, tokoh pendiri Front Pembela Islam (FPI). [dutaislam.com/ab]

close
Banner iklan disini