Niat Puasa Ramadhan Tiap Malam atau Cukup Sekali?
Cari Berita

Advertisement

Niat Puasa Ramadhan Tiap Malam atau Cukup Sekali?

Duta Islam #04
Sabtu, 13 April 2019

Penjelasan niat puasa Ramadhan (sumber: istimewa)
Niat menjadi salah satu rukun puasa. Tanpa niat, puasa Ramadhan dinilai tidak sah. Bahkan, orang yang tidak niat berpuasa, ia tetap berkewajiban imsak (tidak makan dan minum) laiknya orang yang berpuasa.

DutaIslam.Com - Niat puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun terpenting. Maka di kalangan Nadhlatut Ulama, niat puasa dilakukan pasca shalat tarawih secara bersama-sama. Hal itu untuk menghindari kelupaan niat puasa Ramadhan sebelum fajar tiba.

Untuk mengantisapasi kelupaan niat di hari-hari berikutnya, bolehkah niat puasa Ramadhan satu bulan penuh di hari pertama?. Artinya, pada hari pertama seorang yang berpuasa berniat puasa Ramadhan untuk satu bulan penuh.

Ulama syafi'iyah berpendapat meski kewajiban puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, akan tetapi tiap harinya terhitung sendiri-sendiri. Satu hari dengan hari lainnya tidak saling mewakili. Jika ada orang yang batal puasanya di hari kedua misalnya, maka hari-hari berikutnya tidak ikut batal puasanya.

وَيشْتَرط لفرض الصَّوْم من رَمَضَان أَو غَيره كقضاء أَو نذر التبييت وَهُوَ إِيقَاع النِّيَّة لَيْلًا لقَوْله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم من لم يبيت النِّيَّة قبل الْفجْر فَلَا صِيَام لَهُ وَلَا بُد من التبييت لكل يَوْم لظَاهِر الْخَبَر لِأَن صَوْم كل يَوْم عبَادَة مُسْتَقلَّة لتخلل الْيَوْم بِمَا يُنَاقض الصَّوْم كَالصَّلَاةِ يتخللها السَّلَام وَالصَّبِيّ فِي تبييت النِّيَّة لصِحَّة صَوْمه كَالْبَالِغِ كَمَا فِي الْمَجْمُوع

“Disyaratkan untuk puasa fardhu  seperti puasa Ramadhan, nadzar atau qadha untuk melakukan niat di malam hari (tabyitun niat). Hal itu berdasarkan sabda nabi Muhammad SAW, siapapun yang tidak mentabyit niat puasa sebelum terbitnya fajat,  maka puasanya tidak sah. Kewajiban tabyit niat dilakukan setiap harinya. Sebab, puasa tiap harinya terhitung  ibadah sendiri karena tiap harinya terpisah dengan sesuatu yang membatalkan puasa” (al-Iqna’ fi Hilli Alfadzi Abi Suja’, 235).

Redaksi dalam kitab di atas menunjukkan bahwa antar hari-hari tidak ada keterikatan hukum. Hari satu dengan hari lainnya terpisah sendiri-sendiri. Tentunya, hal itu juga berlaku untuk niat puasa. Kewajiban niat puasa Ramadhan dilaksanakan tiap malam harinya. Karena menurut ulama syafi'iyah, puasa Ramadhan wajib tabyitun niat.

Berbeda dengan pendepatnya Imam Malik. Beliau berpendapat niat puasa Ramdhan tidak harus dilakukan tiap malam. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan niat untuk puasa selama sebelum penuh, tanpa harus melakukannya tiap malam.

Imam Malik berargumen bahwa niat tidak mesti dilakukan tepat sebelum melakukan suatu pekerjaan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya menyengaja niat puasa di dalam hati untuk puasa 30 hari sekaligus. Meskipun, satu hari dengan hari lainnya terhitung terpisah.

Menyikapi perbedaan pendapat antar ulama, sebagian ulama mengambil langkah secara bijak dalam mempraktekkan perbedan tersebut. Sebagaian ulama tadi mengkombinasikan pendapat imam Syafi'i dan Imam Malik. Yakni, di hari pertama puasa Ramadhan berniat untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Akan tetapi tiap malamnya, tetap diusahakan melakukan niat puasa Ramadhan. [dutaislam.com/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan Niat Puasa Ramadhan Tiap Malam atau Cukup Sekali?. Adapun 5 Amalan Sunnah Bulan Ramadhan Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW, silahkan baca di artikel berikutnya.

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah