Minta Quick Count Ditiadakan, MUI Dinilai Ciderai Ilmu Pengetahuan
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Minta Quick Count Ditiadakan, MUI Dinilai Ciderai Ilmu Pengetahuan

Duta Islam #03
Senin, 22 April 2019
Loading...

Rois Syuriah PCI NU Australia Nadirsyah Hosen. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Permintaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar sistem hitung cepat (quick count) ditiadakan dinilai mencederai ilmu pengetahuan.

Hal ini disampaikan Rois Syuriah PCI NU Australia Nadirsyah Hosen. Menurut lelaki yang akrab disapa Gus Nadir ini, sebelum ada quick count banyak orang percaya dukun. Masyarakat mestinya bersyukur karena adanya quick count yang berbasis ilmu pengetahuan.

"Dulu sebelum ada survei dan quick count, pas pemilu dukun pada laris. Syukurlah sekarang ilmu pengetahuan tampil dan dukun politik tersisih," ujar Gus Nadir melalui Twitternya, Senin (22/04/2019).

Gus Nadir menegaskan, kalau ada ulama yang meminta quick count ditiadakan sama halnya mengajak anti ilmu pengetahuan dan lebih percaya pada klenik.

"Kalau ada ulama atau pakar yang minta quick count ditiadakan, tanpa sadar itu mengajak kita untuk anti ilmu pengetahuan dan lebih percaya klenik. Gawat," papar Gus Nadir.

Sebelumnya, Dewan Pertimbangan MUI bersama Dewan Pimpinan MUI menyampaikan meminta agar proses hitung cepat atau quick count yang dikeluarkan oleh lembaga survei untuk ditiadakan ke depannya. Mereka menilai quick count lebih berpotensi menimbulkan akibat buruk daripada kebaikan.

“Quick count selama ini banyak menimbulkan kemudaratan, kemafsadatan. Akhir-akhir ini, segera setelah mengetahui quick count, rakyat beruforia merayakan kemenangan,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, di kantor MUI, Jumat (19/04/2019) dilansir dari  Kumparan.com. [dutaislam.com/pin]


close
Banner iklan disini