Tafsir Surat An-Nas, Berlindung Kepada Allah
Cari Berita

Advertisement

Tafsir Surat An-Nas, Berlindung Kepada Allah

Duta Islam #04
Minggu, 31 Maret 2019

Kandungan Surat an-Nas (sumber: istimewa)
Surat an-Nas membincang tentang Allah SWT sebagai satu-satunya dzat untuk berlindung dari segala hal keburukan. Surat an-Nas menyerukan kepada umat manusia agar berlindung hanya kepada Tuhan Semata. 

DutaIslam.Com - Surat an-Nas menginformasikan bahwa kejahatan yang paling sulit dilawan adalah kejahatan yang bersumber dari setan. Sebab, setan merupakan makhluk Tuhan yang tidak tampak secara kasat mata.

Ia mengelabuhi manusia dengan mengganggu hatinya. Keburukan dapat dimanipulasi seolah adalah kebaikan. Seseorang seringkali merasa apa yang dilakukannya itu bernilai kebaikan. Padahal, ia telah masuk dalam jebakan setan. 

Kejahatan setan berupa penyakit hati. Penyakit hati ini yang kebanyakan orang sering terbuai. Misalnya, ia beramal saleh tapi tujuannya ingin pamer kepada orang lain. Begitulah setan menggoda manusia.

Keteguhan iman dalam diri seseorang merupakan kunci dalam membentengi diri dari godaan setan. Setan akan enggan untuk menggoda seseorang yang di dalamnya hatinya terpantri iman yang kuat. Sebaliknya, jika imannya lemah, setan akan gencar melakukan misinya untuk menggoda manusia.

Hal yang paling merepotkan adalah gangguan hati. Karena pengganggunya tidak kasat mata. Berbeda dengan "setan" berwujud manusia, mudah untuk dideteksi. Maka, hanya kepada Allah SWT-lah, manusia meminta perlindungan.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فيِ صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

”Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia, Tuhan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia” (QS. an Naas:1-6)

Perintah "katakanlah" dalam ayat di atas ditujukkan kepada nabi Muhammad SAW. Allah SWT mengingatkan kepada Rasulullah agar tetap memohon perlindungan kepada Tuhan pencipta alam. Namun, sejatinya perintah tersebut bukan hanya ditujukkan kepada nabi, melainkan kepada umatnya juga.

Perintah untuk memohon perlindungan kepada Rasulullah merupakan bentuk edukasi kepada umat manusia. Nabi Muhammada yang sebagai utusan Allah saja diminta senantiasa memohon perlindungan. Padalah, beliau adalah kekasih Tuhan dan dijamin ma'shum. Tentunya, kita yang rawan tergoga oleh bujuk rayu setan, harus selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Surat an-Nas menegaskan bahwa kehidupan manusia dapat berubah setiap saat, tanpa ada yang tahu akan berubah seperti apa. Begitu pula hati manusia yang rentan berubah setiap detiknya. Maka, kunci menjaga hari adalah berlindung kepada dzat yang membolak-balikan hati manusia. Yakni Allah SWT.

Sebagaimana yang dijelaskan di dalam Surat an-Nas, Allah SWT merupakan dzat yang mengatur manusia serta yang menguasai manusia adalah satu-satunya dzat yang dijadikan tempat berlindung. Sebab, semua makhluk akan binasa dan tidak dapat melindungi dirinya sendiri.

Ayat kedua dari Surat an-Nas secara tegas menjelaskan bahwa kata malik dengan dibaca pendek bermakna penguasa. Artinya Allah SWT adalah penguasa yang mengatur manusia. Maka menurut Prof. Dr. Quraish Shihab dalam tafsirnya, kata malik tidak dibaca panjang huruf mimnya, karena jika dibaca panjang akan bermakna pemilik. Dan ini berbeda penggunaannya.

Berbeda dengan pandangan Sayyid Qutb dalam tafsir Fi Dzilalil Quran, bahwa makna kata malik adalah Tuhan yang berkuasa. Dzat yang menentukan keputusan dan yang mengambil tindakan. Artinya, Allah SWT telah mengatur segala tindakan manusia. Maka, hanya kepada-Nya manusia memohon perlindungan. (dutaislam.com/in)

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan Tafsir Surat AN-Nas, Berlindung Kepada Allah. Adapun Asbabun Nuzul Surat Al-Fiil, silahkan baca di artikel berikutnya.

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah