Asbabun Nuzul Surat Al-Fiil, Serbuan Tentara Abrahah
Cari Berita

Advertisement

Asbabun Nuzul Surat Al-Fiil, Serbuan Tentara Abrahah

Duta Islam #04
Jumat, 29 Maret 2019

Kandungan Surat al-Fiil (sumber: istimewa)
Asbabun Nuzul Surat al-Fiil berkaitan dengan kisah tentara Abrahah yang hendak menyerang Makkah. Tentara-tentara Abrahah datang ke Makkah bertujuan untuk menghancurkan Ka'bah.

DutaIslam.Com - Surat al-Fiil mengisahkan ekspedisi pasukan gajah yang hendak menyerbu kota Makkah. Namun, sebelum mereka tiba di kota Makkah, Allah menghancurkan pasukan Abrahah dengan memerintahkan burung Ababil yang membawa batu panas.

Kejadian yang dikisahkan Surat al-Fiil ketika menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di mana tentara dari Habsyah dengan berkendaraan gajah melakukan penyerangan terhadap Makkah. Peristiwa ini kemudian diabadikan sebagai salah satu surat di al-Quran.

Faktor penyerangan yang dilakukan Abrahah dan tentaranya dalalah keinginan Abrahah yang hendak menyerukan kepada bangsa Arab untuk berpindah kiblat. Yang semula ke Ka'bah berpindah ke Katedral di San'a. Abraha berkeinginan menjadikan katredal sebagai sentral ritual keagamaan menggantikan Ka'bah.

Ekspedisi militer yang dipimpin Abrahah untuk menghancurkan Ka'bah, sehingga masyarakat Arab tidak lagi berdatangan ke Ka'bah. Abrahah ingin masyarakat Arab ketika menunaikan haji di San'a, bukan di bait al-haram.

Misi lain tentara Abraha melakukan penyerbuan ke Makkah adalah faktor kekuasaan dan ekonomi. Abrahah mempunyai hasrat untuk memutus peranan serta pengaruh orang Quraisy di bidang perdagangan. Sebab, orang quraish pada masa itu, mempunyai peran strategis dan menguasai jalur perdagangan antara Yaman dan Syam.

Keinginan untuk mengahncurkan Ka'bah berawal dari rasa iri dengki kepada bangsa Araba. Bagaimana tidak, banyak orang berduyun-duyun ke Makkah untuk berhaji. Tentunya, ini memicu perputaran ekonimi yang besar. melihat hal itu, Abrahah berkeinginan pusat ritual keagamaan di San'a Yaman.

Para ulama tafsir telah menjelaskan kisah ekspedisi mileter raja Abrahah dengan narasi yang berbeda-beda. Satu riwayat memaparkan Abrahah merupakan gubernur di daerah Najasi, Yaman. 

Pada waktu itu, Gubernur Abrahah membangun sebuah gereja yang besar di salah satu daerah di Yaman. Ia membanggakan geraja tersebut kepada raja Najasi saat itu, bahwa Katredal yang dibangunnya merupakan gereja yang belum pernah ada di zaman raja-raja sebelumnya.

Ambisi Abrahah tidak hanya berhenti sampai di situ. Ia berkeinginan memaksa masyarakat Arab agar kiblatnya berpindah dari Ka'bah ke gereja tersebut. Akhirnya atas seizin raja Najasi, Abrahah melancarkan serangan ke Makkah dengan menggunakan gajah.

Pasukan gajah yang dipimpin Abrahah lantas memulai perjalannya menuju Makkah. Sepanjang perjalan ketika memasuku tanah Arab, Abrahah terus memerangi dan berhasil memukul mundur penduduk setempat.

Ketika Orang-orang Arab mendengar kabar tentara Abrahah akan menuju Makkah untuk menghancurkan Ka'bah, mereka merasa cemas dan ketakutan. Sebelum memasuki Makkah, Abrahah mengirim seorang utusan yang bernama Aswad bin Maqsud untuk melakukan perundingan dengan penduduk Makkah.


Perundingan terjadi antara utusan Abrahah dengan kakek Nabi Muhammad SAW, Abdul Mutholih. Pada waktu itu, Abdul Mutholib sebagai perwakilan dari pembesar Quraisy. Perundingan pun terjadi dan memutuskan orang Quraisy akan memberikan unta kepada utusan tadi.

Ia bahkan mendapat tambahan dari Abdul Mutholib sebanyak 200 ekor unta. Suku-suku Qurasy seperti Kinanah, Hudzail dan suku-suku yang tinggal di dekat Ka'bah sebenarnya kecewa dengan keputusna itu. Mereka sejatinya berkeinginan membunuh utusan Abrahah tersebut.

Untuk mengantisipasi serangan tentara Abrahah, Abdul Muththalib sebagai pembesar Qurasy pun menyuruh penduduk Makkah untuk mengosongkan pemukiman. Meraka mengungsi ke kawasan puncak gunung beserta anak dan istrinya.

Sesuai dugaan, tentara Abraha tetap bergerak menuju Makkah untuk menghancurkan Ka'bah. Namun, nasib naas menimpa pasukan tersebut ketika mereka melintasi lembah muhassar (lembah kehinaan). Mereka ditimpuk dengan bebatuan dari tanah yang terbakar yang dibawa sekumpulan burung hingga dagingnya pasukan gajah binasa.

Peristiwa tersebut merupakan anugerah dari Allah SWT telah menyelamatkan Ka'bah dan penduduk Makkah dari serbuan tentara Abrahah. Oleh karena itu, bangsa Arab senantiasa memuliakan Ka’bah dan penduduknya hingga sekarang. [dutaislam.com/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan Asbabun Nuzul Surat Al-Fiil, Serbuan Tentara Abrahah. Adapun Tafsir Surat Al-Ashr Menurut Ibnu Katsir, silahkan baca di artikel berikutnya.

close
Banner iklan disini