Term Ekologi dalam Al-Quran
Cari Berita

Advertisement

Term Ekologi dalam Al-Quran

Duta Islam #04
Jumat, 22 Februari 2019

Sumber:istimewa
Ekologi sebagai suatu disiplin ilmu mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan alam sekitarnya. Ada tiga point yang menjadi rumusan dalam ekologi. Yakni, hubungan timbal balik, hubungan antar sesama organisme, dan hubungan organisme dengan lingkungannya.

Dutaislam. Com - Di dalam Al-Quran, keyword tentang ekologi disebutkan dengan berbagai term. Setidaknya ada 13 term dalam Al-Quran yang mengarah pada kata ekologi. Ketigabelas kata tersebut adalah lingkungan hidup (al-biah), seluruh alam (al-‘alamin), langit atau jagad raya (al-sama'), bumi (al-ard), manusia (al-insan), fauna (al-an’am atau dabbah), flora (al-nabat atau al-harts), air (al-ma’), udara (al-rih), matahari (al-syams), bulan (al-qamar), bintang (al-buruj), dan gunung (jabal).

Pertama, Lingkungan hidup. Al-Quran sering menyebut lingkungan hidup dengan kata البيئة. Kata  al-biah disebutkan dalam Al-Quran sebanyak 18 kali. Penggunaan arti derivasi kata al-biah dalam Al-Quran tampak berkonotasi pada lingkungan sebagai ruang kehidupan khususnya bagi spesies manusia.


Mujiono Abdillah dalam buku Agama Ramah Lingkungan Perspektif Al-Quran menjelaskan, Penggunaan konotasi derivasi kata al-biah atau lingkungan sebagai ruang kehidupan tampak sejalan dengan tradisi ekologi yang memahami lingkungan merupakan segala sesuatu di luar suatu organisme. Segala sesuatu diluar organisme itu identik dengan ruang kehidupan.

Kedua term seluruh alam. Di dalam Al-Quran kata seluruh alam  sering disebut dengan term العالمين. M. Quraish Shihab dalam  Ensiklopedia al-Qur’an: Kajian Kosa Kata menyebutkan, kata ini diungkapkan sebanyak 73 kali dengan berbagai bentuk derivasinya dan tersebar dalam 30 surat.

Kata al-‘alamin di dalam Al-Quran disebut sebanyak 42 kali tersebar dalam 20 surah didahului oleh kata rabb, sedangkan sisanya 31 kali di dalam tujuh surah tidak didahului dengan rabb. Konotasi dari prase kata rabb al-‘alamin itu bermakna Tuhan seluruh alam semesta atau Tuhan seluruh spesies, baik spesies biotik maupun abiotik yang meliputi spesies manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, udara, lautan, dan lain-lain.

Ketiga, langit  (السماء). Kata ini dan derivasinya digunakan dalam al-Qur’an sebanyak 387 kali. Mujiono Abdillah melihat sekian banyak ayat tentang al-sama’ konotasi terms al-sama mengarah pada alam jagad raya. Sebab jagad raya terdiri dari ruang udara dan ruang angkasa.

Keempat, bumi (الارض). Kata al-ardh disebutkan dalam Al-Quran sebanyak 461 kali yang terdapat 80 surat. Kata ini digunakan dalam Al-Quran dengan mufrad semata dan tidak pernah muncul dalam bentuk jamak. Mujiono Abdillah menjelaskan bahwa secara kualitas, kata al-ard paling sedikit memiliki dua makna.

Makna pertama, bermakna lingkungan planet bumi yang sudah ditempati manusia dan berbagai fenomena geologis. Kedua, bermakna lingkungan planet dalam proses menjadi, yakni proses penciptaan alam dan kejadian planet bumi. Jika dibandingkan antara bumi dengan yang lainnya, maka tidak ada yang sebanding dengan bumi dari segi kelayakan adanya kehidupan. Di bumi terdapat udara, makanan, kondisi stabil, dan lain sebagainya sehingga bumi bisa dikatakan seperti jasad raksasa.

Kelima, manusia. Dalam Al-Quran kata manusia sering diungkapkan dengan الانسان dan الناس. Di dalam kitab al-mu'jam al-mufahras dijelaskan, kata al-insan dan berbagai bentuk derivasinya terulang sebanyak 90 kali di dalam Al-Quran.

Sedangkan kata al-nas terulang sebanyak 240 kali. Menurut sebagian ulama, kata al-insan atau al-nas berasal dari kata uns yang berarti senang atau harmonis. Oleh sebab itu, pada dasarnya manusia selalu ingin senang dan berpotensi untuk menjalin hubungan yang harmonis antar sesama makhluk hidup.

Keenam, fauna (binatang atau hewan). Kata ini ditemukan dalam Al-Quran dengan term ad-dabbah dan al-an'am. Kata ad-dabbah disebutkan sebanyak 18 kali. Kata ad-dabbah memliki tiga makna. Pertama ditujukan kepada khusus hewan, seperti di dalam surat al-Baqarah: 164. Kedua ditujukan kepada hewan dan manusia, seperti di dalam surat al-Nahl : 49. Ketiga ditujukan kepada hewan, manusia, dan jin, seperti di dalam surat Hud: 6.

Sementara kata al-an’am terulang sebanyak 32 kali di dalam Al-Quran. Kata an’am bisa diartikan sebagai harta benda yang digembalakan. Fungsi al-an'am dalam kehidupan masyarakat sebagai alat angkutan, susunya dapat diminum, dagingnya dapat dimakan, bulunya sebagai hiasan dan pakaian. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam surat  Ali Imran: 14, an-Nahl: 5, 80, al-Mu'min: 75 dan al-Zukhruf: 12.

Ketujuh, flora dipakai untuk seluruh jenis tumbuhan dan tanaman. Dalam Al-Quran, padanan kata flaura diisyaratkan dengan term al-nabat (النبات) dan al-harts (الحرث). Kata al-nabat di dalam al-Qur’an terulang sebanyak 9 kali, sementara kata al-harts terulang sebanyak 12 kali. Bentuk redaksi lain yang disebutkan Al-Quran untuk menunjuk bagian dari flora adalah fakihah (الفاكهة ).

Kedelapan, Air. Di dalam Al-Quran air sering disebut term ma’ (ماء). Kata ini disebut sebanyak 59 kali di dalam Al-Quran. Air yang menjadi kebutuhan pokok bagi makhluk hidup selalu bergerak dan bertransformasi yang disebut siklus. Sementara air murni selalu ada di udara, dan berbeda dengan air yang ada di permukaan bumi seperti air laut, sungai, danau dan sumber mata air tanah.

Kesembilan, udara atau angi. Kata ini disebutkan di dalam Al-Quran dengan term  al-rih (الريح) atau al-riya (الرياح) yang terulang sebanyak 29 kali. Al-Quran menggunakan kata al-rih dalam berbagai konteks. Di antaranya angin baik dan angin badai (Surat Yunus: 22),  angin topan (Surat al-Isra: 69), angin kencang (Surat Ibrahim: 18), dan lain sebagainya.

Kesepuluh, Matahari. Di dalam Al-Quran, matahari disebutkan term al-syams (الشمس) sebanyak 33 kali. Ada beberapa fungsi matahari yang disebutkan di dalam Al-Quran. Di antaranya adalah sebagai pengukur waktu atau perjalanan masa (Surat al-An'am: 96) dan perjalanan matahari dalam menentukan waktu shalat (al-Isra: 78-79).

Kesebelas, bulan. Kata bulan disebutkan di dalam Al-Quran dengan term al-qamar (القمر) sebanyak 27 kali yang semuanya dalam bentuk mufrad. Keduabelas, bintang.  Kata ini di dalam Al-Quran sering disebut dengan term al-buruj (البروج).

Kata ini dengan berbagai bentuk derivasinya disebut tujuh kali di dalam Al-Quran. Kata al-buruj yang bermakna bintang atau planet-planet terdapat dalam Surat al-Hijr: 16, al-Furqan: 61 dan al-Buruj: 1.

Ketigabelas, gunung. Kata gunung disebutkan di dalam Al-Quran dengan term al-jabal (الجبل).  Kata al-jabal dan segala bentuk derivasinya disebut  sebanyak 41 kali dalam 34 surat.

Konsep lingkungan berdasarkan data semantik tentang ekologi dari berbagai term yang ada di Al-Quran, mempunyai makna yang luas serta mencakup seluruh kehidupan yang ada di alam semesta, baik di bumi maupun di angkasa. Sebab, keseimbangan ekosistem di bumi sangat berhubungan dengan ekosistem di luar bumi. Atas dasar itu, Al-Quran sangat menganjurkan umat manusia agar menjaga lingkungan serta melestarikannya. [dutaislam/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan Term Ekologi Menurut Al-Quran. Adapun Pentingnya Konservasi Lingkungan Menurut Al-Quran, silahkan baca di artikel berikutnya.

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah