Pentingnya Konservasi Lingkungan Menurut Al-Quran
Cari Berita

Advertisement

Pentingnya Konservasi Lingkungan Menurut Al-Quran

Duta Islam #04
Jumat, 22 Februari 2019

Sumber: istimewa

Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam mengajarkan berbagai hal, termasuk pengetahuan. Tidak sedikit para pemikir yang mendalami isi kandungan Al-Quran. Mereka sadar bahwa AL-Quran bukan hanya memuat tentang persoalan agama.

Dutaislam. Com - Al-Quran dalam kajian keislaman menempati posisi sentral bagi umat Islam. Umat Islam menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk dalam mencapai kebahagian dan kesejahteraan. Kesejahteraan dapat dicapai dengan adanya usaha yang serius.

Upaya mencapai kebahagiaan serta kesejahteraan di dunia dengan memperhatikan relasional antara Tuhan, Manusia dan lingkungan. Paradigma seperti ini akan membawa pada konotasi bahwa lingkungan harus diperhatikan, dilindungi, dan dipelihara sebagaimana keadaannya agar tetap mampu menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan yang harmonis.

Prof. Quraish Shihab dalam buku Secercah Cahaya Ilahi: Hidup Bersama Al-Quran menjelaskan, kunci manusia dapat mencapai kemakmuran adalah dengan memelihara alam dengan baik. Sebab, alam akan membalas dan bersahabat dengan baik pula.

Habib Quraish juga mengingatkan manusia hidup di muka bumi  harus bertanggung jawab mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam secara baik. Pemanfaatan tersebut berdasarkan asas konservasi untuk mencapai kemakmuran agar dapat memenuhi kebutuhannya (Prof. Quraish Shihab, Mizan, 2000).

Al-Quran telah menyinggung bahwa hamparan bumi dan semua yang ada di dalamnya diciptakan Allah SWT untuk kebutuhan manusia. Hal tersebut termaktub dala Surat al-Hijr ayat 19-20:

وَالأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَيْءٍ مَّوْزُونٍ.  وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَن لَّسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ

Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya (QS. al-Hijr ayat 19-20).

Ayat di atas secara jelas menyatakan bahwa hamparan bumi serta isinya diciptakan untuk kebutuhan manusia. Semua yang ada di langit dan bumi, daratan dan lautan, sungai-sungai, matahari dan bulan, malam dan siang, tanaman dan buah-buahan, binatang melata dan binatang ternak, merupakan ciptaan Allah yang memang didedikasikan untuk kebutuhan manusia.

Dalam ayat tersebut, secara tidak langsung Allah telah mengiatkan kepada manusia bahwa lingkungan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Lingkungan menjadi sebuah keniscayaan yang absilu bagi manusia karena manusia termasuk makhluk sosial yang tidak dapat hidup secara individual.

Dalam Surat al-Hujurat ayat 13 disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dengan beraneka ragam. Artinya, manusia hidup idak sendirir, melainkan berkekelompok.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا  إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ  إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. al-Hujarat ayat 13).

Ayat tersebut mengingatkan bawah manusia dalam memenuhi segala kebutuhannya bergantung pada lingkungannya. Ketika manusia berkeinginan untuk  sandang, pangan dan papan sebagai bagian dari kebutuhannya, ia akan berkomunikasi dengan banyak pihak yang ada di lingkungannnya.


Lingkungan yang menjadi tempai manusia berpijak  menyediakan berbagai sumber daya alam yang menjadi daya dukung bagi kehidupan yang layak. Dengan beragam ketersediian yang ada di alam,  manusia, hewan dan tumbuhanbuhan dapat memperoleh asupan tenaga dari sumber daya tersebut.

Namun demikian, berbagai bencana muncul silih berganti akibat kerusakan ekologi yang dilakukan oleh manusia dengan cara mengeksploitasi lingkungan tanpa memperhatikan kelestarian dan keseimbangannya. Karena itu seluruh manusia terus mencari solusi secara kolektif guna mengatasi krisis ekologi ini.

Kemampuan teknologi, analisis-analisis geografi dan iklim terus digalakkan sebagai cara menemukan solusi yang efektif untuk mengatasi krisis lingkungan. Selain itu, berbagai macam peraturan, undang-undang, usaha traktat tentang konservasi dan kemauan politik juga ditempuh untuk mengefektifkan pelaksanaan penanggulangan krisis.

Penanganan krisis lingkungan selama ini masih dilakukan hanya sebatas pedekatan business as usual semata. Oleh karenanya, diperlukan pendekatan yang lain untuk memperbaiki situasi ini sehingga krisis ekologis tidak semakin parah di masa yang akan datang.  Upaya yang harus dilakukan manusia dalam mengkonservasi lingkungan harus digalakkan secara masif.

Dengan adanya upaya konservasi lingkungan, kesadaran elit penguasa dan masyrakat secara luas akan pentingnya menjaga lingkungan. Sehingga, upaya konservasi lingkungan pada masyarakat luas berdasarkan landasan normatif, serta dapat menumbuhkan perhatian khusus terhadap ekologis sekaligus menjadi tradisi dalam berinteraksi dengan alam lingkungan.[dutaislam/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan Pentingnya Konservasi Lingkungan Menurut Al-Quran. Adapun relasi manusia dan lingkungan dalam Al-Quran , silahkan baca di artikel berikutnya.

close
Banner iklan disini