Rabu, 12 September 2018

[Report] Akun Instagram Ala_NU Bertindak Culas dan Merugikan Keluarga Santri AIS

Silakan report akun IG yang mengatasnamakan NU, ala_nu!
DutaIslam.Com - Berangkat dari banyaknya protes pengelola akun instagram berbasis santri atau pesantren, akun ala_nu mendapatkan banyak kritikan karena ulah adminnya yang sering kelewat batas memposting konten orang dengan cara-cara culas.

Ayung dari Komunitas Pegon Banyuwangi misalnya, ia mengaku pernah menjadi korban kenakalan admin ala_nu ketika mencuri konten gambar, "Komunitas Pegon juga pernah mengalami hal yang sama. Courtesynya dipotong dan dipos ulang. Lengkap sama caption tanpa menyertai hastag sebagai tanda sumbernya. Ketika dikonfirm, yo kemaki," ujarnya, Ahad (12/08/2018).

Barok, salah satu admin akun yang mengatasnamakan NU tersebut merasa tidak bersalah ketika melakukan segala keculasannya. Baginya, memposting karya dalam bentuk gambar maupun video tanpa menyertakan sumber asli adalah hal sepele dan tidak penting.

Baca: Pengelola Media NU Tegur Copy Paste Tanpa Sebut Sumber. Jika Ngeyel, Ini Sanksinya

"Terkadang salah satu di antara kita syukur nemu di grup WA langsung posting, begitu realitanya, tapi teman-teman yang lain tetep tak mau memahami keadaan itu. Kalau itu dipermasalahkan kan aneh," bantahnya kepada setiap yang merasa diplagiat olehnya, Ahad (12/08/2018) sore.

Admin ala_nu yang satu ini masih merasa tidak bersalah meski Komunitas Arus Informasi Santri (AIS) Nusantara mengingatkan berkali-kali hingga muncul pernyataan bersama dengan NU Online juga akibat ulah Barok dkk di akun ala_nu tersebut.


"Jane selagi konten tersebut se visi, tujuane podo kan gak masalah, tambah nyebar tambah apik," oceh Barok meski ia meminta maaf tapi perbuatan culasnya masih terus diulangi. Belakangan Barok bermain postingan provokasi juga.

Gigih, admin instagram santri lainnya juga menyayangkan statement admin ala_nu yang menurut Ayung berlaku kemaki (sombong akut) tersebut.

"Tak kira ya tidak ada teman-teman yang melarang untuk copy paste. Cma njeh ada etikanya: nyantumkan sumber sebagai penghormatan atas jerih payah. Saya kira ini berlaku di manapun. Ampun anggep remeh gus. Ada undang-undang yang ngatur itu. Pun sae rencang-rencang sanksinya niku. Se-visi, tapi tetep menghormati teman. masak ngopy kalimat panjang lebar enteng, tinggal nyantumkan "sumber: NU Online" misalnya, cuma 3 kata berat? Saya kira tidaklah," terang Gigih.

Silakan kontak WA Barok agar bahagia atas ulahnya. Sapa dia via japri langsung tanpa save nomornya, klik tombol yang ada di bawah postingan ini. [dutaislam.com/ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini