Sabtu, 14 Juli 2018

Gagas Ide Konyol, Bacaleg PKS Ngambek Berjamaah

Bacaleg PKS ramai-ramai mengundukan diri. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com – Goncangan makin keras menempa Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Setelah ramai-ramai dihujat, perpecahan di internal partai pun makin dalam. Kini sejumlah Bakal Calon Legistalif (Bacaleg) PKS malah ngambek berjamaah. Ramai-ramai mereka mengundurkan diri jadi Bacaleg PKS.

Satu diantaranya eks bacaleg PKS Ahmad Zainuddin. Zainuddin menyataan mundur setelah mendapat surat edaran Presiden PKS Nomor 02 tertanggal 26 Juni yang mengharuskan meneken surat pernyataan bersedia mundur dan surat pengunduran diri dengan tanggal dikosongkan. Surat tersebut dinilai akan membelenggu dirinya satu saat jika masih nyalon melalui PKS.

"Dua surat ini akan menjadi belenggu bagi saya, yang menghalangi kemerdekaan saya, memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah memilih saya," ujar Zainuddin dilansir dari detik.com.

Gagasan DPP PKS tersebut direspon banyak pihak, termasuk dari elit PKS Fahri Hamzah. Fahri Hamzah  buka-bukaan soal kondisi internal PKS. Fahri juga berbicara tentang banyaknya bakal caleg PKS yang mundur lantaran harus meneken surat pengunduran diri.

"Banyak sekali (yang mundur). Saya kira bisa-bisa PKS ini nggak bisa maju gara-gara calegnya mundur semua," kata Fahri di kompleks parlemen dilansir dari media yang sama, Jumat (13/07/2018).

Surat pengunduran diri bertanggal kosong yang disodorkan dan harus diteken Bacaleg menurut Fahri membuat Bacaleg enggan mencalonkan diri. Surat itu dinilainya bertentangan dengan undang-undang. Fahri menilai surat tersebut merupakan ide konyol dari DPP PKS.

"Orang PKS menganggap ini bentuk ketaatan kami (kader). Ini demokrasi. Anda sudah mengambil suara rakyat, jangan berpikir secara organisasi. Nah, yang begini ini oleh pemimpin PKS sekarang nggak masuk di akalnya. Karena pemimpin ini tidak terbiasa hidup di alam demokrasi. Dia hidup dalam dirinya sendiri," katanya.

Fahri mengibaratkan, surat pengunduran diri bacaleg seperti menyerahkan nyawa ke partai. PKS dianggap seolah hanya berfokus memikirkan cara menghabisi lawan.

"Bagaimana cara Anda menjadi wakil rakyat sementara nyawa Anda dipegang partai. Itulah tindakan menentang UUD dari PKS. Ini menentang UUD," katanya.

"Ini yang saya bilang di mereka tidak ada logikanya, yang ada hasrat menghabisi lawan. Yang namanya islah sudah dianggap nggak ada lagi. Pokoknya ingin menang dengan segala cara, termasuk melanggar undang-undang," tambahnya. [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Diolah dari detik.com

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini