Minggu, 14 Januari 2018

Bebeda dengan Al-Khatthath, Surat Terbuka PA 212 Bantah Rekomendasi Partai, Pecah Tak Karuan?


DutaIslam.Com - Sebelumnya, sebagaimana diberitakan beberapa media terkait pertemuan La Nyala dengan beberapa anggota presidium alumni (PA) 212, Al-Khatthath menyatakan dirinya kecewa karena rekomendasi calonnya tidak diterima partai.

"Kami prihatin kasus yang dihadapi oleh La Nyalla dan beberapa nama yang kami ajukan kepada pimpinan partai agar kader dari Aksi 212 itu. Dari 171 (pilkada), kita hanya minta lima agar bisa diberi rekom khusus, jalur khusus. Kalau diperlakukan seperti yang lain, buat apa kita bikin rekom," kata Al-Khatthath sebagaimana dilansir Detik.com, Kamis (11/01/2018).

Dia juga mengungkit-ngungkit terkait campur tangannya atas kemenangan Gubernur Anies-Sandi. "Kita mendukung munculnya Gubernur Anies-Sandi dengan semangat 212, semangat Al-Maidah 51. Kita berharap hal itu terjadi di tempat-tempat lain," lanjutnya.

Namun belakangan, muncul surat terbuka tertanggal 13 Januari 2018 atas nama Ketua PA Slamet Maarif, Ketua dewan pembina Habib Rizieq, dan jua Ketua dewan penasihat Amien Rais, terkait dengan pertemuan La Nyala dengan beberapa anggota PA 212 termasuk di dalamnya Al Khatthath.

Dalam surat tersebut, PA 212 mengaku bahwa pertemuan tersebut tidak ada hubungannya dengan PA 212. Surat itu membantah PA 212 terlibat dengan agenda politik praktis dan mengaku tidak pernah merekomendasikan calon.

"Presidium Alumni 212 tidak pernah merekomendasikan nama untuk dicalonkan dalam Pilkada 2018. Hanya menghimbau dan mengharapkan Koalisi Partai 212 (PKS, PAN, Gerindra dan PBB) tetap solid dan tidak berkoalisi dengan partai pendukung Penista Agama dan PERPPU ormas," tulis surat itu, yang diterima Dutaislam.com, Ahad (14/01/2018).

Berikut isi lengkap surat tersebut:
SURAT TERBUKA

Kepada Keluarga Besar Presidium Alumni 212
Seluruh Indonesia

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Sehubungan dengan adanya polemik dari pertemuan antara Sdr. La Nyala dengan beberapa anggota Presidium Alumni 212, maka dengan ini, kami menyatakan hal-hal sebagai berikut:

1. Bahwa pertemuan tersebut tidak ada hubungan dan kaitannya dengan Presidium Alumni 212.

2. Bahwa Presidium Alumni 212 tidak terlibat, tidak bertanggung jawab dan tidak ikut campur dalam agenda politik praktis partai.

3. Presidium Alumni 212 tidak pernah merekomendasikan nama untuk dicalonkan dalam Pilkada 2018. Hanya menghimbau dan mengharapkan Koalisi Partai 212 (PKS, PAN, Gerindra dan PBB) tetap solid dan tidak berkoalisi dengan partai pendukung Penista Agama dan PERPPU ormas.

4. Dengan Surat Terbuka ini diharapkan seluruh Keluarga Besar Presidium Alumni 212 tetap menjaga Persatuan  Ummat. Ingat jika kita terpecah maka merekalah yang bertepuk tangan.

5. Sikap resmi PA 212 terhadap perhelatan politik nasional baik 2018 ataupun 2019 akan ditentukan dalam musyawarah ulama dan pengurus PA 212 pada Mukernas akhir bulan Januari 2018 serta arahan dari Imam besar umat islam Al habib Muh Rizieq syihab.

Hasbunalloh wani'mal wakil ni'mal maula wani'mannashir.

Demikian Surat Terbuka ini kami sampaikan. Harap maklum dan terima kasih.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jakarta, Rumah Rakyat, 13-01-2018.

Slamet Maarif, S.Ag, MM
Ketua PA 212


Alhabib Muh Rizieq syihab
Ketua dewan pembina


Prof DR H Amien Rais
Ketua dewan penasihat

Padahal, kita mengetahui bahwa Al-Khatthath juga termasuk salah salu pimpinan PA 212 sebagaimana dikenal. Apa PA 212 pecah tak karuan gara-gara menghadapi politik 2018? Kita lihat saja nanti. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini