Sabtu, 16 Desember 2017

Shalat Jenazah ala Mbah Bisri Musthofa

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Di Rembang mbah Bisri dikenal sebagai figur yang dekat dengan berbagai kalangan. Termasuk juga warga keturunan yang nota bene non muslim. Pada suatu hari mbah Bisri kedatangan tamu seorang warga keturunan. Kedatangannya membawa berita duka.

"Papah owe meninggal dunia pak kiai hik......hik........ hik ........... Oleh sebab itu saya mohon pak kiai berkenan untuk ikut nyembayangi." Kata si Engkoh. "Iya. Saya ikut berduka cita. Insya Allah. Nanti agak siang setelah ngaji saya takziah kesana." Jawab mbah Bisri menanggapi. "Jangan lupa ajak pula para santri ya pak kiai." "Oh tentu".

Usai ngaji - sebagaimana waktu yang disepakati - mbah Bisri mengajak sebagian santri untuk bertakziah ke rumah si Engkoh. "Semuanya bawa sajadah!" Perintah mbah Bisri kepada santri yang diajak takziah. Para santri saling bertanya dalam hati. Kok takziah ke rumah non muslim pakai sholat segala. Lagian sholat jenazah kan tidak pakai ruku' dan sujud. Kenapa harus pakai sajadah ?

Namun semuanya tidak berani menanyakannya pada kiai mereka hanya menuruti saja apa yang diperintahkan kiai.

"Nanti ini kita sholat jamaah dhuhur di rumah si Engkoh." Kata mbah Bisri di tengah perjalanan. Sontak para santri cekikikan menahan tawa. Mereka baru mafhum maksud sang kiai."Lantas jenazahnya gimana kiai ?" Salah seorang santri memberanikan diri mengajukan pertanyaan." Ya dipindah aja ke belakang." Jawab mbah Bisri (tanpa bilang 'begitu saja kok repot').

Sesampainya di rumah duka si Engkoh dan para tamu yang datang menyalami rombongan mbah Bisri. Tak lama salah seorang santri mengumandangkan iqomah. Sebagian yang lain memindahkan jenazah ke belakang. Dan, jamaah dhuhur pun dimulai.

Usai sholat si Engkoh menanyakan perihal sholatnya mbah Bisri. "Setahu owe orang Islam kalau nyembahyangi jenazah itu jenazahnya ditaruh di depannya. Sedangkan yang barusan pak kiai lakukan kenapa papah owe ditaruh di belakang ? Lagian kenapa pakai sujud segala ?" 

"Lho yang ditaruh di depan itu karena sudah tahu jalannya. Papah kamu belum tahu jalannya, makanya saya taruh di belakang. Biar saya tunjukin. Saya tambahi sujud segala, special buat papah kamu. saya kasih yang ciamiik". Jawab mbah Bisri menjelaskan. Si Engkoh pun manggut-manggut. [dutaislam.com/gg]


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini