Selasa, 05 September 2017

Savic Ali: Dutaislam.com Mirror Sitenya NU Online

Savic Ali (tengah) saat menyampaikan materi Deteksi Peta Media dalam MaCDI ke 1 di Semarang (Ahad, 03/09/2017) malam bersama Ichwan DS dan Abdulloh Hamid (paling kiri)
DutaIslam.Com - "Sekarang ini kita menghadapi orang-orang yang merasa benar sendiri. Mereka cenderung menjadi kanan dan mengidap kebencian. Di Amerika, Eropa, India, di Indonesia juga sama. Oleh sebab itu, situasi ini penting kita respon."

Demikian apa yang disampaikan Savic Ali, Direktur NU Online saat mengisi Kopdar Majelis Duta Islam (MacDI) di Pondok Pesantren al-Asror, Gunung Pati, Semarang pada Ahad (03/09/2017) malam.

Namun menurut Savic, di Indonesia, kelompok itu sebenarnya masih kecil, akan tetapi kalau dibiarkan bisa menjadi besar dan menyebabkan kekacauan.

Berdasarkan pengamatannya, kelompok-kelompok tersebut mulai menguat di media sejak tahun 2014. "2014 mulai banyak di media, sekarang agak kendor karena teman-teman mulai bergerak," jelas Savic kepada 60 an peserta yang hadir dari pelbagai daerah.

Meski teman-teman sudah mulai bergerak, lanjut Savic, media Islam kita masih tertinggal. "Hari ini 20 website keislaman masih didominasi wahabi," paparnya.

NU Online sendiri menempati posisi keempat dari media-media Islam 10 besar. "Salah satu harapan saya harus ada mirror sitenya NU online, karena NU Online harus memegang prinsip-prinsip organisasi," jelas Savic.

Dengan adanya mirror sitenya NU Online seperti dutaislam.com, harapnya, ada yang terus menjaga Islam Indonesia tetap pada prinsip tawasuth, tawazun, tasamuh, dan ta'addul. [dutaislam.com/gg].

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini