Dutaislam.com mendoakan sukses HUT RI ke-72 pada Kamis Wage, 17 Agustus 2017. NKRI Harga Hidup Dunia Akhirat!

  • Sadar Kejanggalan Kelompok Takfiri, Orang-Orang Ini Pilih NU

    Admin: Dutaislam
    Dimuat: Kamis, 10 Agustus 2017
    A- A+
    Foto: islamoderat.com 
    DutaIslam.Com - "Dulu waktu kerja di Jakarta ikutan tablig akbar yang membakar jiwa. Waktu itu lagi hangat-hangatnya WTC kembar kena bom Osama dan saat rame teroris lokal Amrozi. Juga langganan majalah Sabili.  Akibat terpengaruh oleh teman kerja jadi ikut-ikutan walau cuma sebentar," kenang Okinawa kepada Nahdliyin grup dutaislam.com (9/8/2017).

    Okinawa mengakui, bahwa dirinya sempat berpikir orang yang menjalankan Islam murni dan benar ya ala teroris, anti demokrasi karena bikinan barat.

    "Namun lambat laun merasa ada yang aneh dan aku sendiri sering debat dengan temen saya ini, semisal masalah walisongo yang dianggap dongeng, Kiai tidak boleh jadi panutan karena banyak sesatnya," lanjut Okinawa.

    Bagi Okinawa, meskipun dirinya bukan jebolan Pondok, menghina para Kiai dan Pesantren adalah penghinaan. Ia juga sempat menyesal karena tidak nyantri, padahal dirinya adalah anak Kiai Kampung.

    Kemudian ia menceritakan pengalamannya ketika banyak membaca buku agama di toko. Menurutnya isinya banyak yang aneh dan berbeda dengan yang diajarkan Pesantren (setelah tahu -ed). "Belakangan baru nyadar kalau kebanyakan buku agama Islam di toko buku berpaham wahabiyah," pungkasnya.

    Arya Cita, salah satu member yang lain juga merasakan pengalaman pernah ikut kelompok lain. "Saya pernah ikut-ikutan HTI waktu kuliah, nyebarin buletin, pernah ikut-ikutan Muhammadiyah, dan diajak berkali-kali Jamaah Tabligh. Alhamdulillah sekarang saya mantab di NU," jelasnya.

    Hampir serupa juga dialami M. Khoiri. "Saya dulu pas sekolah ikut didoktrin HTI agar saya ketika dewasa merubah demokrasi jadi Pancsila. Dan setiap kajian-kajiannya itu selalu menjelekkan NU atau tidak sepaham," kata Khoiri.

    Setelah mendapat pituduh, mereka  semua akhirnya NU pada waktunya. Alhamdulillah. [dutaislam..com/gg]

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    2 komentar

    Mantab,,,,
    Kisah ini mungkin sama dengan yg sy alami dulu yg
    rasanya semakin jauh dari kelembutan dan merasa paling benar sendiri. Akhirnya sy mantab pilih NU, setelah tau sejarah lahir dan perjalananya.

    Alhamdulillah indah pada waktunya