Selasa, 21 Maret 2017

Ganggu Pengajian, FPI Disamperin Banser Malah Kabur Duluan (O o, Kamu Ketakutan!)

Saat banser menghalau gerombolan FPI di pengajian Kramat Bersholwat
DutaIslam.Com - Kabar mengejutkan datang dari Jakarta. Sekelompok orang yang disebut sebuah situs online sebagai anggota DPW Front Pembela Islam (FPI), diduga melakukan serangkaian intimidasi kepada Ibu Hj. Ita Rahmawati, di rumahnya Jl. Kramat Lontar H95, Jakarta Pusat.

Mereka datang ke rumah cicit pendiri NU KH Wahab Hasbullah itu pada Ahad (19/03/2017) tengah malam sekitar pukul 23.45 WIB. Bersama 30-an orang lainnya, mereka mendesak agar Rahmawati yang juga pengurus Muslimat NU tersebut membatalkan undangan pasangan nomor 2, Djarot Saiful Hidayat, yang direncanakan dalam pengajian bertajuk "Kramat Bersholawat", digelar Senin pagi berikutnya, 20 Maret 2017.

Di antara kelompok yang datang ke rumah pada tengah malam itu adalah Zaki dan Abdul Majid. Oleh situs online sebelah, gerombolan FPI ini disebut sebagai sedang melakukan demo. Namun desakan puluhan anggota FPI tersebut tidak diamini oleh Hj. Ita rahmawati. Bahkan, Syaifuddin, suaminya, merasa keberatan atas usulan mereka.

Alasannya, walau calon wakil gubernur itu diundang, namun Majelis Taklim Annisa yang disebut sebagai panitia, tidak bisa memastikan kehadiran Djarot. Kalaupun datang, tuan rumah tidak akan menghalangi. Jika FPI menuntut tidak ada kampanye, panitia sudah jelas menyatakan kalau pengajian dijamin steril dari unsur politik dukung-mendukung.

Sekitar pukul 00.15 WIB, puluhan orang yang mendatangi rumah pengurus Muslimat NU tersebut pulang. Esok hari, acara pengajian tetap digelar, dan Djarot pun ternyata ikut hadir di tengah-tengah jamaah Majelis Taklim Annisa, sebagaimana dijadualkan sebelumnya.

Cerita para pasukan FPI tersebut masih berlanjut. Siang saat pengajian berlangsung, gerombolan FPI datang tanpa atribut khas Petamburan. Namun lakunya masih sama. Karena aksi semalam tidak membuahkan hasil, kali ini mereka menggunakan cara kanak-kanak dan lucu-lucuan.

Pantauan di lapangan, sebagaimana dilaporkan sebuah situs online di Jakarta juga, ada 10-an orang yang terus memprovokasi jamaah menolak pengajian dengan menebar spanduk di jalanan serta teriak takbir sembarangan, dan, suaranya dikeras-keraskan ingin melebihi sound system masjid sebelah. Padahal pengajian itu sudah berlangsung. Keren kan? Berani sekali.

30-an anggota Banser yang sedari awal hanya menjaga dan memantau, kini terpaksa harus mendekat ke peneriak takbir itu di jalanan itu. Ingin diajak ngopi, tapi mereka justru malah kabur duluan. Para provokator murahan tersebut tiba-tiba menghilang bak ditelan angin lesus. Makluklah, harusnya mereka dikasi nasi bungkus, bukan diajak ngopi. Banser dilawan, mau modyar gan degan? [dutaislam.com/ab]

Source:
http://www.pagenews.co/2017/03/fpi-kurang-ajar-demo-rumah-cicit.html
http://www.gerilyapolitik.com/fpi-kurang-ajar-demo-rumah-cicit-pendiri-nu-tengah-malam/


Keterangan:
Jika Anda kurang percaya relay kabar Dutaislam.com di atas, silakan dibantah dengan tulisan (bukan cacimaki sebagaiman tradisi sebelah). Tentu akan kami muat klarifikasinya jika disertai bukti kongkrit. 

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post

2 komentar

Alhamdulillah, dajjal Petamburan ngacir duluan.

POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini