Jumat, 27 Januari 2017

Ini Terjemah Salah Satu Manuskrip Tulisan Tangan Syaikhona Kholil

Foto asli Syaichona Kholil Bangkalan
Oleh Ra Muhammad Ismael Al Kholilie

DutaIslam.Com - KH Kholil Bangkalan Madura atau dikenal dengan Syaichona Kholil adalah salah satu ulama yang menjadi mahaguru para ulama Nusantara hingga kini. Namun jejak intelektual beliau sulit didapatkan karena Mbah Kholil, sebagaimana ulama Jawa kuno, lebih dikenal berdakwah menggunakan laku daripada buku. 

Jejak beliau itulah yang di bawah ini disajikan penulis, untuk bisa dibuat mengaji bersama tentang akhlak. Dalam hal ini tentang kisah Imam Syafii. Ditulis Syaichona Kholil dalam bentuk narasi dan sebagian dalam bentuk bait menarik. Ini adalah manuskrip tulisan tangan Syaikhona Kholil yang masih tersimpan di Ponpes Langitan Tuban.

إِنَّا لَنَفْرَحُ بِالْأَيَّامِ نَقْطَعُهَا * فَكُلُّ يَوْمٍ مَضَى نَقْصٌ مِنَ الْأَجَلِ
فَاعْمَلْ لِنَفْسِكَ قَبْلَ الْمَوْتِ مُجْتَهِدًا * فَإِنَّمَا الرِّبْحُ وَالْخُسْرَانُ فِيْ الْعَمَلِ 
_______

فَائِدَةٌ
ذِكْرُ الْإِمَامِ الشَّافِعِيِّ رَحْمَةُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِ لَمَّا رَحَلَ مِنْ بَغْدَادَ إِلَى مِصْرَ، وَأَتَى إِلَى بَعْضِ قُرَاهَا بِمَكَانٍ، فَدَخَلَ فِيْهِ وَجَلَسَ عَلَى تُرَابٍ مِنْ غَيْرِ فِرَاشٍ، وَأَتَى بَعْدَهُ رَجُلٌ نَصْرَانِيٌّ كَاتِبُ الدَّوْلَةِ، فَدَخَلَ دَارًا فَقَامُوْا إِلَيْهِ وَأَكْرَمُوْهُ وَفُرِّسَ لَهُ الْحَرِيْرُ وَاَخَرُ بَيْنَ يَدَيْهِ لَذِيْذَ الْمَآكِلِ وَالْمَشَارِبِ وَأَنْوَاعَ الطِّيْبِ، فَلَمَّا رَأَى الْإِمَامُ ذَلِكَ أَنْشَدَ يَقُوْلُ بَيْتَيْنِ مِنْ بَحْرِ الْوَافِرِ:

تَبِيْتُ الْأُسْدُ فِي الْغَابَاتِ جُوْعًا * وَلَحْمُ الضَّأْنِ تَأْكُلُهُ الْكِلاب
وَخِنْزِيْرٌ يَنَامُ عَلَى حَرِيْرِ * وَأَهْلُ الْعِلْمِ مَفْرَشُهَا التُّرَابُ

فَلَمَّا سَمِعَ نَصْرَانِيٌّ قَوْلَ الْإِمَامِ أَتَى إِلَيْهِ، وَقَبَّلَ يَدَيْهِ وَقَدَمَيْهِ، وَأَسْلَمَ عَلَى يَدَيْهِ، وَأَعْطَاهُ جَمِيْعَ مَالِهِ، وَلَزِمَ خَدْمَهُ بِمَا سَبَقَتْ لَهُ السَّعَادَةُ وَسَامَتْهُ الْخَاتِمَةُ بِحُسْنِهَا مِمَّا أَكْرَمَ اللهُ بِهِ بِبَرَكَةِ الْإِمَامِ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ.

كتبه الفقير محمد خليل بن عبد اللطيف

-------------------
Kita merasa bahagia dengan hari-hari yang telah kita lewati padahal hari-hari yang telah berlalu menunjukkan berkurangnya umur kita

Maka beramal baiklah sebelum ajal menjemputmu karena sesungguhnya keuntungan dan kerugian kelak ditentukan oleh amalmu

Faidatun
Kisah tentang Imam Syafi'i رحمة الله عليه, ketika beliau berhijrah dari Baghdad ke Mesir, beliau mengunjungi salah satu desa di Mesir. Sayangnya penduduk desa tersebut malah menyambut beliau dengan "biasa-biasa" saja. Beliau bahkan duduk tanpa beralaskan tikar.

Setelah itu, seorang Nasrani yang juga pejabat kerajaan datang mengunjungi desa, penduduk desa menyambutnya dengan meriah, memuliakannya dengan macam-macam makanan dan minuman.
Melihat itu, Imam Syafi'i menyitir dua buah bait:

(Janganlah engkau gelisah akan pahitnya kehidupan). Jauh di hutan sana banyak singa-singa yang bermalam kelaparan. Sedangkan anjing-anjing kekenyangan memakan daging kambing. 

(Begitu banyak) orang-orang bodoh yang tidur di atas ranjang sutra. Sedangkan orang-orang alim hanya tidur beralaskan tanah. 


(Di luar dugaan), mendengar bait-bait itu,pejabat Nasrani itu mendatangi Imam Syafi'i, menciumi tangan dan kakinya dan mengucapkan kalimat Syahadat di tangan Imam Syafi'i.

Ditulis oleh Al-Faqir Muhammad Kholil Bin Abdullatif

-------------------
Meski hanya bisa melihat tulisan beliau,semoga bisa mendapatkan barokah beliau, diakui sebagai murid-murid dan santri-santrinya, dikumpuklan dgnnya kelak di dalam Surga-Nya. Aamin. [dutaislam.com/ ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini