Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Ini Cara Maki-Maki ke Gus Mus Sesuai Saran Beliau

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Jumat, 25 November 2016
    A- A+

    DutaIslam.Com - Setelah dibully oleh netizen akibat ulahnya menghina KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Pandu Wijaya (Probolinggo) bersama dua orang lainnya, yakni Bahtiar (Tegal) dan Hasan Albetas, sowan ke rumah beliau di Leteh Rambang, Jumat (25/11/2016) sore.

    Ini berita penghinaan Pandu Wijaya: Menghina Gus Mus "Bid'ah Ndasmu", Karyawan Adhi Karya Ini Diburu!

    Dalam sehari, Gus Mus menerima tamu yang telah menghinanya. Ya, ketiga nama di atas tercatat pernah melakukan penghinaan kepada Gus Mus di media sosial. Jika Pandu Wijaya menghina secara kasar menggunakan bahasa Jawa, "Bid'ah Ndasmu", maka Hasan Albetas menyebut "Mukamu aja bidah mus" dalam akun Facebooknya. Ini cepretan status Hasan Albetas:

    Status Hasan Albetas yang menhina Gus Mus

    Begitu juga dengan Bahtiar Prasojo. Anak Tegal ini datang sowan ke Leteh karena mengaku salah telah menghina Gus Mus, tokoh sangat dihormati warga NU seluruh dunia. Dalam akunnya, ia menyebut kasar Gus Mus sebagai orang yang tidak layak disebut kiai dan gus. Ini status kasarnya.

    Status Bahtiar Prasojo yang menghina Gus Mus
    Setelah sowan, Bahtiar membuat status di akun Facebooknya Bahtiar Prasojo yang berisi pesan dari Gus Mus. Nasihat yang diucapkan Gus Mus kepada dirinya adalah: 1). "Janganlah menjadi orang yang jika senang, terlalu senang, dan jika benci, terlalu benci. Nanti Anda tidak bisa berbuat adil," 2) "Jangan menghakimi dan memvonis seseorang sebelum mengenalnya."

    Kendati Gus Mus sendiri tidak ingin menuntut apa-apa dari Pandu, Bahtiar dan Hasan Albetas, bahkan menganggap tidak ada yang perlu dimaafkan, Pandu dkk. tetap datang sowan untuk meminta maaf. Bagi Gus Mus, kesalahan Pandu dkk. mungkin hanyalah menggunakan "bahasa khusus" yang digunakan di tempat umum. Ini tweet Gus Mus:

    Tweet Gus Mus memaafkan Pandu Wijaya
    Ning Iyah, salah putri Gus Mus, menceritakan ketika abahnya ndawuhi (memberikan nasihat) kepada tamu-tamu itu. Ini dawuh Gus Mus ke mereka, "nomerku catet yo.. awakmu nek arep muring2 apa meh misuhi aku kari wa.. dadi wong2 gak ana sing reti/ nomorku catat ya, kalau kamu ingin ngamuk-ngamuk apalagi menghardik, tinggal WA saja aku, jadi orang-orang tidak ada yang tahu," tulis Ning Iyah dalam WA menirukan perkataan abahnya, sekitar pukul 5. 24 PM (25/11/2016).

    Melihat Abahnya yang tabah ke penghinanya itu, Ning Iyah hanya mengucap, "ya Allah.....Abah". Sepertinya, Ning Iyah sedang melihat Abahnya sedang memberikan teladan baik kepada siapa pun.

    Bukan hanya itu, Gus Mus juga bersedia foto selfie bersama Pandu Wijaya dan kawan-kawan yang telah menghinanya. Foto-foto ini didapatkan dutaislam.com dari beberapa group santri yang beredar serta dari akun Facebook M Dhofarul Muttaqqiin. [dutaislam.com/ab]

    Sedeku: Pandu Wijaya (kiri) sedang mendengarkan dawuh Gus Mus

    Minta Maaf: Bahtiar (dua dari kiri) sowan ke Gus Mus
    Dari kiri: Pandu Wijaya, Gus Mus dan Hasan Albetas
    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR:

    3 komentar

    Ciri khas Kyai Sepuh ada di diri Gus Mus,,Subhanallah

    inilah contoh kyai teladan, menunjukkan wajah Islam seutuhnya.SubhanAllah...

    saya pribadi bener2 merasa masih tinggi amarahnya. gus mus engkaulah pngganti rasa rinduku pda gus dur.. yaa rob jngn engkau ambil sblm ada pnggnti nya... smkin sedikit ulama sperti beliau