Sabtu, 18 Juni 2016

Islam Secara Kaffah Itu Bingkainya Ukhuwah, Bukan Bid'ah

islam secara kaffah itu bersaudara

Oleh Dr. Mahmud Suyuti

DutaIslam.Com - Islam adalah agama fitratullah (QS. al-Rum/30: 39), agama yang paling benar (Ali Imran/3:19), sesuai dengan situasi dan kondisi sebagai agama rahmatan li al-alamin (Qs. al-Anbiya/21: 107), dan ajaran-ajarannya sangat lengkap (kaffah/QS. Saba'/34:22) ditujukan kepada semua umat, kaffatan linnas.

Istilah kaffah ini sebagai agama yang universal dan rahmat bagi semua alam yang karena itu dari segi penamaannya adalah Islam (selamat/keselamatan).

Setiap kita ketemu dianjurkan memberikan salam, Assalamu alaikum ... (semoga keselamatan atas kalian...).  Jadi saling mendoakan di antara sesama, bukan saling menyalahkan, tapi saling memberi kesejukan dan kedamaian.

Seorang muslim yang baik keislamannya bukan pada bentuknya semata, meskipun yang bersangkutan bersurban dan kearab-araban, berjenggot dan berjidat hitam tapi tidak punya belas kasih, tentu melenceng dari rahmatan lil alamin, apalagi antar sesama.

Seorang yang baik bukan saling klaim kebenaran hanya milik kelompok tertentu, tetapi adalah milik bersama. Inilah agama kaffah yang mengakumulasi semua umat dan golongan bukan doktrin saling mengafirkan yang dapat memperkeruh suasana, mempertajam perselisihan, akhirnya kita pecah, retak, remuk tidak memiliki persaudaraan ukhuwwah al-diniyyah, wathaniyyah dan ukhuwwah insaniyyah sebagai esensi Islam kaffah itu sendiri.

Ukhuwah diartikan persaudaraan yang terjalin dengan kekerabatan karena faktor keagamaan, misalnya dalam QS. al-Hujurat/49: 10 bahwa orang-orang mukmin itu bersaudara. Ukhuwah ras dan kebangsaan dalam QS. Hud/7: 65 menjelaskan juga bahwa kekerabatan bisa dijalin dengan persaudaraan atas ras dan suku walaupun tidak seagama.

Ukhuwah insaniyyah merujuk QS. al-Hujurat/49: 11 menerangkan kekerabatan sesama umat manusia secara kaffah dengan doktrin bahwa manusia di dunia ini yang tiada mengenal latar belakang kebangsaanya adalah bersaudara, sehingga perlu menjalin keakraban dan menghindari prasangka buruk.

Dimensi kaffah terbangun secara lengkap dari 3 sendi. Sebelum keislaman adalah keimanan yang kuat dan terakhir adalah ihsan yang penuh kebajikan, tidak kaku dan kasar, tidak keras dan kejam, tidak menvonis tanpa hak, jika salah tidak mengakui kesalahannya, justru merasa benar sendiri. 

Surga itu bukan milik sendiri dan kelompok tertentu, tapi pemilik yang diberi rahmat, dan mereka ini selalu saling merahmati dalam arti berkasih sayang. Mereka adalah penuai syafa'at dari Rasulullah. Allahumma Shalli al Sayyidina Muhammad wa ala alihi wabarik wasallam. WaAllahu a'lam [dutaislam.com/ ab]

Dr. Mahmud Suyuti,
ketua PW Matan Sulawesi Selatan
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini