Kamis, 31 Maret 2016

Lesbumi NU Surabaya Beri Penghargaan Kepada Seniman

Seni Budaya - Ada banyak cara untuk ikut uri-uri kabudayan, merawat, melestarikan serta menjaga budaya. Seperti yang dilakukan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya.

Bersamaan Hari Lahir (Harlah) ke-54, Lesbumi PCNU Surabaya memberikan apresiasi sekaligus menggandeng sejumlah tokoh kesenian asli Surabaya. Kartolo, seniman ludruk dan kidungan Surabaya, adalah salah satunya.


Selain penghargaan, Lesbumi yang lahir 28 Maret 1962, dan 28 Maret 2016 genap berusia 54 tahun ini juga akan menggandeng pelaku seni melaksanakan banyak program. Targetnya sama, menjaga seni budaya. Bukan saja Surabaya, namun juga Nusantara.

"Lesbumi PBNU bersamaan harlahnya ke-54, akhir Mei 2016 akan memberikan apresiasi pada pelaku seni dan orang yang dinilai berjasa terhadap Nahdlatul Ulama. Kalaupun sudah almarhum, apresiasi kita berikan pada ahli warisnya," tutur Hasyim Asyari saat di rumah seniman ludruk dan kidungan Kartolo, Jalan Kupang Jaya I/12, Kelurahan Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal Surabaya, Senin (28/03/2016).

Menurut rencana, akhir Mei penghargaan akan diberikan ke ahli waris alm. KH. Ridwan Abdullah, pelukis yang menciptakan lambang Nahdlatul Ulama. Gus Udin adalah ahli warisnya, sekarang tinggal di Bubutan.

Keluarga alm. KH Muntawi menjadi ahli waris berikutnya yang akan menerima penghargaan. Alm. KH Muntawi semasa hidupnya mengarang syi'iran sebagai media dakwah. (Baca juga: Teater Sumeh: Jangan Mudah Mengafirkan)

Sedangkan seniman lainnya adalah Kartolo serta Ida Laila. Kartolo kemarin lebih dulu menerima kopyah sekaligus pin Lesbumi sebagai bentuk apresiasi. Akhir Mei mendatang dijadwalkan apresiasi dari Lesbumi PBNU melalui gawe bertajuk Nderes Budaya, dengan acara inti berupa Anugerah Sapta Wikrama.

"Sosok yang kami sebutkan tadi punya peran besar. Termasuk kiprahnya dalam menjaga kesenian dan kebudayaan," sebut Cak Hasyim, sapaan Hasyim Asyari. (Baca: Islam Memberikan Energi dan Motivasi)

Lesbumi akan roadshow ke sekolah-sekolah maarif maupun lembaga pendidikan non formal, mengenalkan berikut mengajarkan kesenian. Ludruk, kidungan, jula-juli, pencaan jidor, kaligrafi, hadrah ishari adalah kesenian yang akan diajarkan. Seniman yang digandeng, termasuk Kartolo, didapuk sebagai mentor alias pelatih. Keberadaannya juga untuk menyuntikan semangat berkesenian pada yang muda. [dutaislam.com/ab]
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini