Ratusan Orang Ikuti Mujahadah dan Ijazah Kubro Ansor-Banser Sidorejo
Cari Berita

Advertisement

Ratusan Orang Ikuti Mujahadah dan Ijazah Kubro Ansor-Banser Sidorejo

Duta Islam #02
Senin, 27 Januari 2020

Kiai Zainun Alkamil menyampaikan tausiah saat acara mujahadah dan ijazah kubro gemblengan Banser yang diselenggarakan GP Ansor-Banser di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Demak.

DutaIslam.Com - Ratusan orang mengikuti kegiatan mujahadah, ijazah kubro serta gemblengan bagi anggota Banser yang diselenggarakan Gerakan Pemuda (GP) Ansor-Banser ranting Desa Siderojo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Ahad (26/01/2020).

Sejumlah tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan warga tumpah ruah menghadiri acara yang juga dibantu oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang sedang melakukan tugas kuliah kerja nyata (KKN) tersebut. Tampak di setiap sudut jalan desa dipenuhi bendera Merah Putih serta atribut Ansor-Banser.

Ketua panitia acara, Eko Sudarsono menjelaskan, kegiatan tersebut selain untuk menumbuhkan jiwa patriotisme dan penguatan jati diri bangsa sekaligus merespon maraknya isu radikalisme yang masih memenuhi media sosial.

"Kelompok radikal masih jadi ancaman Indonesia. Semua elemen masyarakat, pemerintah, aparat harus bersinergi dalam melawannya," katanya di lokasi, kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua unsur masyarakat yang ada harus bersatu padu dalam menghadapi kelompok radikalisme tersebut. Terkait dengan hal itu, Ansor-Banser siap menjadi garda depan dalam melawan oknum kelompok yang berusaha merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Di Desa Siderejo kurang lebih ada 50 sampai 100 anggota Banser yang aktif. Mereka siap bersinergi dengan aparat, pemerintah dan masyarakat dalam melawan radikalisme," ujarnya.

Selain mengajak masyarakat, pihaknya juga mengundang organisasi lain, seperti Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Depsus PGN yang siap mengawal kegiatan Ansor-Banser.

Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Walisongo Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, M Kholid menambahkan, pihaknya bersama rekan-rekan KKN, dan pengurus Ansor-Banser setempat membutuhkan waktu tiga pekan dalam menyiapkan acara tersebut.

"Kami merasa bahagia dapat kesempatan terlibat langsung di acara Ansor-Banser dalam acara ini," katanya.

Salah satu warga, Masgono (47) mengatakan bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan, dia datang di acara itu bersama saudara dan keluarga.

"Sebagai warga nahdliyin, saya dan warga desa senang dengan acara ini. Dalam banyak kesempatan, saya datang di acara tersebut," katanya. [dutaislam.com/gg]

IKLANJUAL KITAB KUNING MAKNA PESANTREN
close
Banner iklan disini