Jangan Mengatur Kehendak Allah (Hikmah-4 Kitab Al-Hikam)
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Jangan Mengatur Kehendak Allah (Hikmah-4 Kitab Al-Hikam)

Duta Islam #01
Rabu, 27 November 2019
Loading...

jangan mengatur kehendak allah
Tadbir dalam Kitab Al-Hikam Ibnu Atha'illah.

Dutaislam.com - Terjamah dan penjelasan Kitab Al-Hikam Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandary yang ke-4, berbunyi:

اَرِحْ نَفْسَكَ منَ التـَدْ بـِيْرِفماَ قامَ بهِ غيرُكَ عَنْكَ لا تقـُمْ بهِ لنـَفـْسك 

Artinya:
"Istirahat/enakkan dirimu/pikiranmu dari kesibukan mengatur dirimu, dari apa-apa yang telah diatur/dijamin oleh selain kamu(yaitu Allah), tidak perlu engkau ikut sibuk memikirkannya".

Yang di maksud tadbir (mengatur diri sendiri) dalam hikmah ini yaitu tadbir yang tidak dibarengi dengan tafwidl (menyerahkan kepada Allah). Apabila tadbir itu dibarengi dengan tafwidh, diperbolehkan.

Bahkan Rasulullah Saw. bersabda: At-tadbiiru nishful ma’isyah. Artinya: mengatur apa yang menjadi keperluan itu sebagian dari hasilnya mencari ma’isyah/penghidupan).

Hadits ini mengandung anjuran untuk membuat peraturan didalam mencari fadhal Allah Swt. Pengertian tadbir di sini ialah menentukan dan memastikan hasil karena itu semua menjadi aturan dan kehendak Allah Swt.

Al-hasil, tadbir yang dilarang yaitu ikut mengatur dan menentukan/memastikan hasilnya.

Sebagai seorang hamba wajib dan harus mengenal kewajiban, sedang jaminan upah ada di tangan majikan, maka tidak usah risau pikiran dan perasaan untuk mengatur, karena kuatir kalau apa yang telah dijamin itu tidak sampai kepadamu atau terlambat.

Ingatlah, ragu terhadap jaminan Allah Swt adalah tanda lemahnya iman. [dutaislam.com/ab]

Loading...