Tolak Radikalisme, Jamaah Masjid Baitul Makmur Semarang Gelar Istighotsah
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Tolak Radikalisme, Jamaah Masjid Baitul Makmur Semarang Gelar Istighotsah

Duta Islam #02
Senin, 21 Oktober 2019
Loading...

Beberapa jamaah Masjid Baitul Makmur foto bareng usai istighosah tolak radikalisme.

DutaIslam.Com - Takmir Masjid Baitul Makmur Semarang bersama Tokoh Agama, Pemuda dan warga masyarakat lingkungan sekitar Kel. Kuningan dan Kel. Dadapsari Kec. Semarang Utara Kota Semarang, menyadari akan pentingnya pemahaman Nilai-Nilai luhur Pancasila dalam membangun Kerukunan Umat, Kesetiaan pada NKRI dan keberanian menangkal penyebaran radikalisme di masyarakat.

Hal ini merupakan komitmen bersama pada Pengajian Istighotsah Ahad Pagi, (20/10/2019) di Masjid Baitul Makmur Jl. Kakap 55 Semarang dengan pengisi tausyiah Syaikh Abdullah Badahda dihadiri, aparatur desa, tokoh agama dan perwakilan pemuda serta jamaah dan warga masyarakat Kel. Kuningan dan Kel. Dadapsari krang lebih 150 orang.

Pengisi tausyiah Syaikh Abdullah Badahda mengatakan, bahwa saat ini banyak kejadian menyangkut terorisme di Indonesia, para pelaku tersebut sebagian besar memiliki ideologi radikal, mereka merekrut pemuda dan menyebarkan perang terhadap Pemerintah.

"Maka kita sebagai umat Muslim agar bisa membentengi diri dan menjaga anak-anak kita sagar tidak terpengaruh dengan faham radikal yang sekarang ini masih cukup aktif berkembang dimasyarakat," ujarnya.

Menurut Syaikh Abdullah, makna jihad yang sebenarnya adalah jihad melawan hawa nafsu, jihad jaman Rosul memerangi kafir, sedekah juga bagian dari jihad, namun sekarang tujuannya menjadi lain yaitu jihad untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

"Kita bisa belajar dari Syria, Palestina dan banyak Negara Islam lainya di Timur Tengah saat ini hancur karena faham tersebut. Bangsa Indonesia saat ini sudah makmur jangan sampai hancur, kuncinya pereratlah tali silaturahim," terangnya.

Ia menjelaskan, ciri kaum radikal diantaranya suka mengkafirkankan sesama Muslim, menuding kesalahan, merasa dirinya paling benar, menentang Pemerintah dan sikap tertutup.

"Pancasila dibentuk oleh ulama besar pendahulu kita dimana Syech Hasyim Ashari sebelum memutuskan mengawali sholat 2 rakaat dengan membaca Surat Atthoubah sebanyak 200 kali. Pancasila sudah sesuai Syariat Islam, jangan sampai terhasut dengan kelompok radikal yang sesungguhnya ingin mengganti ideologi Pancasila, kita harus menjaga persatuan dan kesatuan umat," ucap Syaikh Abdullah.

Pembina takmir Masjid Baitul Mamur H. Zulkifli dalam kesempatan ini menyampaian bahwa kegiatan seperti ini berkesinambungan dan kedepan acara serupa bisa ditingkatkan lagi agar warga masyarakat di Kel. Dadapsari dan Kel. Kuningan tumbuh kesadaran dan komunikasi terjalin dengan baik.

"Terutama menumbuhkan budaya sikap keberanian menolak paham radikal, kooperatif memberikan informasi dilingkungannya berkaitan dengan kelompok eksklusif dan sikap intoleransi dimasyarakat," kata Zulkifli.

Di penghujung kegiatan, peserta dan jamaah yang hadir komitmen bersama komitmen menolak paham terorisme, Radikalisme, sikap intolerandi, penyebaran hoak dan ujaran kebencian diwilayah Semarang khususnya Kec. Semarang Utara. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini