Setelah Ceramah di Belanda Dibatalkan, Abdul Somad Ditolak di Jerman
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Setelah Ceramah di Belanda Dibatalkan, Abdul Somad Ditolak di Jerman

Duta Islam #02
Sabtu, 19 Oktober 2019
Loading...

Abdul Somad. (Foto: istimewa)

DutaIslam.Com - Hari ini, 19 Oktober 2019, Abdul Somad telah direncananakan untuk mengisi ceramah di Westermoskee Aya Sofya, Amsterdam, Belanda. Namun rencana tersebut tidak terlaksana karena acara Somad dibatalkan.

Pembatalan tersebut disampaikan melalui surat pemberitahuan yang diterbitkan oleh Persatuan Pemuda Muslim se-Europa (PPME) Al-Ikhlash Amsterdam, beberapa waktu lalu.

"Mengingat situasi dan keadaan yang semakin tidak kondusif dan setelah melalui banyak pertimbangan maka dengan ini kami memutuskan bahwa acara tersebut 'DIBATALKAN'. Keputusan ini kami lakukan untuk menjaga ketenangan jamaah PPME Al-Ikhlash Amsterdam," tulis surat yang ditandatangani oleh ketua PPME Hansyah Iskandar Putera beserta wakilnya Hasanul Hasibuan.

Setelah itu, dan beberapa pembatalan acara Somad di Indonesia, Abdul Somad kini juga ditolak oleh masyarakat Indonesia di Jerman.

Mereka menuliskan surat pernyataan yang ditujukan ke Indonesische Weisheits- und Kulturzentrum (IWKZ) Al-Falah. IWKZ adalah pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah bagi masyarakat Muslim Indonesia di Berlin dan sekitarnya.

Surat tersebut juga disebarkan melalui sosial media, seperti di grup Facebook PPI Berlin. Begini isi surat tertanggal 14 Oktobr 2019 itu:

“Dengan Hormat,
Kami kelompok masyarakat Indonesia di Berlin, sebagai pendukung penuh dari prinsip: Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 45, mendapat informasi bahwa ada rencana kunjungan Bapak Abdul Somad ke Jerman.

Memperhatikan adanya kegaduhan di Indonesia akibat ceramah-ceramahnya sehingga sudah ada pengaduan kelompok masyarakat Indonesia ke Polisi, dan juga beberapa penolakan seperti yang terjadi di Universitas Gadjah Mada, kami kelompok masyarakat di Berlin melalui surat pernyataan ini mengeluarkan aspirasi dan menyatakan sikap kami dengan menolak kedatangan Bapak Abdul Somad ke Jerman.

Hal ini sangat penting untuk menghindari adanya penyebaran ujaran kebencian yang dapat mempengaruhi ketentraman, kedamaian, dan kerharmonisan kehidupan beragama antara masyarakat Indonesia di Jerman.

Sebagai bangsa Indonesia kita semua harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila yang menghormati perbedaan dan pluralisme, kerukunan hidup antar pemeluk agama.

Demikian kami sampaikan surat ini agar mendapat respon positif dari saudara pengurus IWKZ di Berlin.

Hormat Kami,
Anggota GWJ Berlin
Kelompok Masyarakat Indonesia di Berlin”

Selain surat pernyataan, masyarakat Indonesia di Jerman juga membuat petisi yang diberi judul “Penolakan UAS sebagai penceramah/pembicara di acara pengajian/Tabligh Akbar di Jerman”. Petisi tersebut diunggah di change.org tersebut, hingga kini (Sabtu, 19/10/2019, pukul 11.20 WIB) telah ditandatangani oleh 1.799 orang dari jumlah target 2.500 orang.

Dalam petisi tersebut, dikatakan bahwa Somad akan mengisi di Berlin tanggal 21 Oktober 2019, Frankfurt 23 Oktober 2019, dan Ruhr pada 20 Oktober 2019. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini