Saya Takut Akan Agama Islamku
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Saya Takut Akan Agama Islamku

Duta Islam #04
Kamis, 03 Oktober 2019
Loading...

Perilaku orang-orang yang gemar mengkafirkan (sumber: istimewa)
Oleh: Iin Sholihin

DutaIslam.Com - Dua setengah tahun silam, seorang kawan pernah diteror dengan label sesat dan kafir oleh kakak tingkatnya di sekolahnya dulu. Sebut saja namanya Ahmad.

Ahmad ini orangnya periang dan mudah bergaul dengan siapapun. Ia bergaul dengan semua orang, tanpa memandang latar belakang agama atau status sosial. Tak heran, ia banyak berteman dengan orang yang beda keyakinan dengannya. Kadang ia juga bermain ke gereja atau tempat peribadatan agama lain.

Namun, keakraban Ahmad dengan kawan lintas imannya menuai protes dari kakak tingkatnya (kating) di sekolah. Ia seringkali dicap telah keluar dari ajaran agama Islam. Bahkan, ia sempat diancam akan dimusnahkan.

"Kamu mau kembali ke jalan yang benar atau kami musnahkah," begitulah kata-kata ancaman yang dilontarkan katingnya kepada dirinya.

Selama kurang lebih dua setengah tahun, Ahmad selalu mendapatkan teror dan label "kafir". Teror itu bermula ketika ia menginjak akhir kelas XI. Tidak hanya saat berjumpa secara langsung, teror itu juga lewat chat whatssApp.

Katingnya acapkali mengirim ayat-ayat yang menjudge dirinya "kafir". Dalam sehari, ia bisa menerima pesan panjang yang berisi ayat-ayat lebih dari sekali.

Takut agamanya sendiri

Akibat sering dikatain sesat, ia merasa kehidupannya terganggu. Ia sendiri merasa jenuh dan merasa trauma dengan apa yang dilakukan kating di sekolahnya.

Trauma tersebut lambat laun mengendap di alam bawah sadarnya selama dua setengan tahun lamanya. Perbuatan katingnya membentuk persepsi dalam dirinya bahwa Islam itu agama  yang kejam. Akibatnya, ia merasa takut akan agama Islam yang dianutnya.

ia merasa takut ketika ditanya perihal agama yang diyakininya. Ia takut dilabeli "sesat" atau kafir. Meskipun demikian, ia masih tetap memegang teguh keyakinannya dan menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim.

Dampak yang paling parah akibat teror sesat dialami salah satu temannya. Ia memutuskan untuk pindah keyakinan karena sering mengalami teror sesat dan kafir. Di agama barunya, ia merasa nyaman dan tentram.

Melihat fenomena tersebut, lantas masihkah sebagian orang Islam mudah memberi label "sesat'? Kisah di atas seharusnya menyadarkan kita agar jangan mudah menyalahkan orang atau bahkan sampai berani melabeli sesat dan kafir. Perilaku demikian sama halnya mengambil alih kuasa Tuhan. Parah bukan? Kewajiban manusia hanyalah sebatas mengingatkan jika ada saudara seiman yang salah atau lupa.

Yang perlu diingat adalah agama hadir di tengah-tengah manusia untuk memberikan rasa aman dan damai, bukan teror atau ancaman. [dutaislam.com/in]
Loading...