Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 2, Sikap Tolong Menolong
Cari Berita

Advertisement

Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 2, Sikap Tolong Menolong

Duta Islam #04
Selasa, 17 September 2019

Penjelasan kandungan Surat al-Maidah ayat 2 (sumber: istimewa)
Surat al-Maidah ayat 2 membincang tentang sikap saling tolong menolong. Di dalam Surat al-Maidah ayat 2 dijelaskan, perilaku tolong menolong merupakan kunci membangun kesuksesan di dunia dan akhirat.

DutaIslam.Com - Sikap tolong menolong yang diajarkan Surat al-Maidah ayat 2 ini berkaitan dengan kebajikan. Artinya, Islam mendorong umatnya untuk saling membantu satu sama lain dalan hal kebaikan dan segala perbuatan yang bermanfaat bagi orang lain.

Surat al-Maidah ayat 2 mengajarkan kepada umat Islam kebaikan yang dikerjakan secara bersama akan berdampak lebih besar pula. Sebab, pekerjaan yang dilakerjakan dengan gotong royong mempunyai spirit kebersamaan yang kuat, hingga dampaknya tersebut semakin cepat menyebar luas.

Baca: Tafsir Surat An-Nahl Ayat 125, Metode Dakwah Islam

Di samping itu, Surat al-Maidah ayat 2 juga menegaskan bahwa sikap saling tolong menolong merupakan pondasi dalam membangun kerukunan hubungan antar entitas masyarakat. Karena, tolong menolong mencerminkan segala perilaku yang memberi manfaat pada orang lain. Yakni, saling membantu untuk meringankan beban orang lain dengan melakukan suatu tindakan nyata.

Tolong menolong dalam kebaikan dapat mewujudkan terciptanya kedamaian bagi umat manusia. Sikap hidup saling tolong menolong merupakan kunci tips hidup tentram di manapun kita berada. Oleh karena itu, Islam sangat menganjurkan pembiasan berprilaku ringan tangan sejak kecil.

Peran guru dan orang tua juga sangat penting untuk berlangsungnya penanaman sikap ini. Sikap saling tolong menolong sejalan pesan yang terkandung dalam Surat al-Maidah ayat 2.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُحِلُّواْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهۡرَ ٱلۡحَرَامَ وَلَا ٱلۡهَدۡيَ وَلَا ٱلۡقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلۡبَيۡتَ ٱلۡحَرَامَ يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّن رَّبِّهِمۡ وَرِضۡوَٰنٗاۚ وَإِذَا حَلَلۡتُمۡ فَٱصۡطَادُواْۚ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَ‍َٔانُ قَوۡمٍ أَن صَدُّوكُمۡ عَنِ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ أَن تَعۡتَدُواْۘ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu.

Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong- menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya siksa Allah Amat berat" (QS. al-Maidah ayat: 2).

Baca: Metode Pembelajaran di Dalam Al-Quran

Surat al-Maidah ayat 2 di atas menegaskan bahwa sikap saling tolong menolong yang dibenarkan dalam Islam adalah menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Tolong-menolong dalam hal kemungkaran dan keburukan tidak diperkenankan dalam Islam.

Islam mengajarkan bahwa kemarahan dan kebencian itu mutlak hak diri setiap manusia, namun ajaran tersebut memberi kewajiban agar dengan adanya kemarahan dan kebencian tersebut tidak memicu perbuatan menganiaya ataupun menindas yang lainnya.

Suatu hal yang tidak baik hendaklah tidak dibalas dengan hal yang tidak baik juga. Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan juga akan dibalas kebaikan oleh Allah SWT.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دعا المسلم لأخيه بظهر الغيب قال الملك الأمين ولك مثله

"Apabila seorang Muslim mendoakan saudaranya di luar pengetahuan, maka berdoa Malaikat: semoga doamu dikabulkan dan kamu pun semoga mendapatkan yang seperti itu" (Ibnu Katsir, Derajat Hadits-hadits (Hadits Shahih, Hasan, Dhaif, Maudhu‟i), hal. 214).

Dengan tidak membalas suatu kejahatan yang dilakukan orang lain sama halnya dengan menutup kesalahan orang lain. Karena sejatinya dalam ajaran Islam yang dibawa Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap individu untuk saling memberi pertolongan dalam kebaikan bukan keburukan, menutup cela orang lain bukan mengumbar-ngumbarnya.

Baca: Tafsir Surat al-Baqarah Ayat 21, Seruan Beribadah Kepada Allah

Begitupula dalam segi kemanusiaan, menolong merupakan kesediaan seseorang dalam hal memberikan bantuan adalah yang tergerak hatinya. Sebab, dalam diri manusia tersimpan rasa empati serta peduli terhadap orang lain.

Terlebih lagi, manusia sebagai makhluk sosial tidak tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Tolong-menolong adalah kunci terciptanya sukses bermasyarakat dan bersosial. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini