Tafsir Surat Al-Isra Ayat 26, Bersedekah Kepada Kerabat
Cari Berita

Advertisement

Tafsir Surat Al-Isra Ayat 26, Bersedekah Kepada Kerabat

Duta Islam #04
Minggu, 22 September 2019

Penjelasan kandungan Surat al-Isra ayat 26 (sumber: istimewa)
Surat al-Isra ayat 26 berkaiatan dengan sikap peduli terdahap sesama, terutama kepada kerabat dekat. Di dalam Surat al-Isra ayat 26 dijelaskan, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk memenuhi hak-hak saudaranya yang dekat.

DutaIslam.Com – Surat al-Isra ayat 26 mengingatkan kepada umat Islam agar bahwa sebagian hartanya ada hak orang lain. Umat Islam tidak boleh melupakan kalau harta yang dimilikinya, ada peran orang lain. Oleh karena itu, memberikan hak kepada orang lain merupakan suatu keharusan.

Surat al-Isra ayat 26 memberikan dorongan agar umat Islam menjadi pribadi yang dermawan. Bersedekah kepada kerabat dekat, fakir miskin dan musafir merupakan bentuk pemenuhan hak atas mereka.

Baca: Tafsir Surat An-Nisa Ayat 9, Pendidikan Anak

Sebagai seorang muslim, sudah menjadi keharusan untuk saling tolong menolong dengan beramal. Karena, beramal dapat melatih diri untuk lebih memahami kehidupan orang lain. Orang yang gemar beramal disebut sebagai orang dermawan. Sikap seperti ini sejalan dengan pesan yang terkandung di dalam Surat al-Isra ayat 26.

Potret yang jelas tentang sikap dermawan tercerminkan dari perilaku sahabat Utsman bin Affan. Beliau senantiasa membantu orang-orang yang kesusahan serta membebaskan para budak-budak. Ia tidak segan-segan mendermakan hartanya untuk kepentingan orang lain dan agama.

Di saat nabi Muhammad SAW mengalami kesusahan serta kekurangan biaya untuk perbekalan pasukan menuju perang Tabuk. Sahabat Utsman bin Affan menanggung hamper sepertiga dari keseluruhan pembiayan pasukan. Demi pembangunan umat, beliau rela menyerahkan hartanya untuk keperluan umat.

Utsman bin Affan merupakan salah satu contoh sahabat nabi yang memberikan hak-hak kerabat terdekat, orang miskin dan orang yang berjuang di jalan Allah. Kedermawaan sahabat Utsman ini menjadi pemicu umat Islam saat ini agar semangat dalam bersedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesame manusia. Hal itu sebagaimana termaktub di dalam Surat al-Isra ayat 26.

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

“Berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (QS. Surat al-Isra: 26)

Di dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, setelah sebulmnya Allah SWT memaparkan tentang berbakti kepada orangtua, Surat al-Isra ayat 26 membincang tentang berbuat baik kepada kerabat, orang miskin dan ibnu sabil. Berbuat baik kepada keluarga menjadi perioritas utama karena mereka adalah orang-orang yang mempunyai ikatan serta kedekatan.

Di samping itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan kepada umat Islam ketika bersedekah hendaklah mendahulukan keluarganya. Di dalam sebuah hadis disebutkan, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, hendaklah menyambung tali silaturahim (Tafsir Ibnu Katsir, hal. 284).

Baca: Tafsir Surat Al-Mudatsir Ayat 1-2, Awal Dakwah Rasulullah

Dengan demikian, Surat al-Isra ayat 26 menegaskan kepada umat Islam bahwa kelaurga merupakan periotas yang harus dikedepan dalam menjaga silaturahim atau pemberian sedekah. Sebab, orang beriman memounyai kewajiban kepada keluarganya karena mereka masih memiliki ikatan darah, baik secara langsung atau tidak.

Surat al-Isra ayat 26 ini tidak membatasi seorang muslim harus bersedekah kepada keluarga saja, ayat ini berbicara mengenai skala perioritas. Karena, di dalam ayat ini juga diperintahkan untuk meberikan hak orang miskin dan ibnu sabil. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini